Wate Irawan : Kita Masih PJJ, Sambil Menunggu Instruksi Selanjutnya

oleh -
Wate Irawan : Kita Masih PJJ, Sambil Menunggu Instruksi Selanjutnya
Gambar Ilustrasi Kompasiana.com

Liputan: Zahra Syafira

Parigi Moutong– Baru-baru ini Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengeluarkan pernyataan, pembelajaran secara tatap muka rencananya akan dilakukan tahun ini. Hal itu jika, vaksinasi COVID-19 terhadap tenaga pendidik selesai dilakukan.

Ditanya terkait itu, Pengawas SMA di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Wate Irawan Lesnusa, M.Pd., mengungkapkan bahwa sampai saat ini Wilayah Parimo masih berpegang pada surat edaran Gubernur Sulawesi Tengah tahun 2020 kemarin, sambil menunggu instruksi selanjutnya proses pembelajaran masih dilakukan secara jarak jauh.

“Sekolah belum ada yang diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka karena COVID-19. Metode yang ada sekarang itu namanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui daring dan luring,” ucap Wate Irawan saat ditemui baru-baru ini di Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Wilayah II Kabupaten Parimo dan Donggala.

Walaupun metode pembelajaran daring tidak semaksimal belajar tatap muka, ia mengungkapkan, para guru tetap berupaya semaksimal mungkin agar kendala yang ada tidak menghambat pembelajaran.

“Contoh kendalanya, ialah tidak semua murid memiliki gadget. Untuk murid tersebut, sekolah/guru mengadakan metode luring. Mereka (murid) diperbolehkan datang ke sekolah untuk mengambil tugas dan kembali untuk mengumpulkan tugas. Namun bukan untuk datang belajar di sekolah,” jelasnya.

Selain itu, Wate mengungkapkan, selama pembelajaran daring ini, guru diharuskan membuat laporan terkait proses mengajar yang di dalamnya juga dicantumkan kendala saat melaksanakan PJJ.

“Laporan PJJ itu dikumpulkan setiap minggu dalam bentuk laporan fisik. Lalu dinilai oleh pengawas. Jadi, dalam sebulan akan terkumpul 4 laporan,” ujarnya.

Wate menambahkan, untuk guru yang tidak mengumpulakn laporan akan diberikan teguran. Laporan tersebut juga menjadi data pendukung untuk melihat kehadiran guru. Karena walaupun di sekolah tidak ada proses pembelajaran tatap muka, guru diwajibkan mengisi absen kehadiran.

Diketahui, PJJ masih menjadi alternatif pembelajaran di tengah pandemi COVID-19. Dilansir dari Kompas.com, Mendikbud, Nadiem Makarim, menyampaikan bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah baru bisa dimulai pada bulan Juni 2021 jika vaksinasi Covid-19 untuk tenaga pendidik telah selesai dilaksanakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.