Menu

Mode Gelap

Hukrim · 29 Okt 2022

Waspada, Kejahatan Phising Incar Uang Pengguna Internet


 Waspada, Kejahatan Phising Incar Uang Pengguna Internet Perbesar

Hukrim, Beritaplano – Para pengguna internet terutama pemilik rekening digital perlu mewaspadai kejahatan phising. Model kejahatan tersebut kerap dijadikan sarana kejahatan untuk mencuri data dan keuangan korbannya.

banner DiDisdik

Relawan TIK Provinsi Bali Romiza Zildjian mengatakan, data-data yang kerap dijadikan incaran pelaku kejahatan siber. Data tersebut adalah nomor kartu kredit beserta kata kuncinya; akun Paypal, Payoneer, atau GoPay.

Kemudian identitas pengguna, seperti nomor induk kependudukan (NIK), alamat rumah, pekerjaan, nomor telepon; teknologi paten perusahaan; atau data rahasia negara. Salah satu cara mendapatkan data-data tersebut adalah dengan metode phising.

“Teknik phising adalah upaya mendapat data atau informasi korban lewat teknik pengelabuan,” ujarnya dalam webinar bertema “Jangan Asal Download File, Hati-Hati Link Phising!” di Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip Sabtu (29/10).

Contoh kejahatan web phising adalah situs plesetan “kilkbca.com”, yang seharusnya “klikbca.com” dan sejenisnya, muncul untuk menangkap PIN pengguna layanan Bank BCA.

banner Dinas Kesehatan

Romiza menambahkan, banyak korban yang terperangkap jebakan phising seperti tersebut di atas. Hal itu disebabkan rendahnya kesadaran akan masalah keamanan.

Selain itu, penggunaan jaringan bersama yang terhubung ke internet memudahkan pelaku untuk mencuri data calon korbannya.

Oleh karena itu, agar tak mudah jatuh dalam jebakan phising, sebaiknya jangan sembarangan meng-klik tautan yang tak dikenal atau bukan dari sumber resmi.

Kepala Biro Kompas TV Makassar Maya Oktharia mengutip data Anti Phishing Working Group. Tercatat ada 165.772 website phising yang siap menjaring korban.

Laporan dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menunjukkan, ada 5.579 serangan phising yang terjadi di Indonesia dengan sebaran paling banyak mengincar lembaga keuangan, yakni persentasenya mencapai 41 persen. Sisanya adalah situs e-commerce 32 persen dan media sosial 21 persen.

“Tips agar tidak mudah terjebak phising sebaiknya memperbarui informasi yang terkait dengan phising. Selalu cek siapa yang mengirim e-mail dan jangan asal meng-klik tautan yang diberikan. Lalu, pastikan keamanan website yang diakses,” ujar Maya. (*/rm.id)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 127 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kasus Suap Pengurusan Perkara Di MA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

9 November 2022 - 10:16

Alarm Covid Bunyi Lagi, 3 Hari Berturut-turut, Kasus Harian Nyaris 5.000

3 November 2022 - 22:09

Sidang Sambo Dan Putri Berlanjut di Tahap Pembuktian

1 November 2022 - 14:12

Ditahan Di Rutan Serang, Nikita Mirzani: Jahat Kalian!

25 Oktober 2022 - 14:37

Hima Persis Lihat Keseriusan Kapolri Rebut Kembali Simpati Masyarakat

21 Oktober 2022 - 16:40

Lesti Kejora Cabut Gugatan Warga Net Kecewa

17 Oktober 2022 - 12:20

Trending di Hukrim