Mengurus Adminduk, Warga Diminta Kooperatif Patuhi Protokol Kesehatan

oleh -23 views
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Parigi Moutong, ir Lewis

Liputan : Eli

PLANO, Parigi Moutong – Adaptasi baru terhadap dampak pandemi covid-19, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Parigi Moutong sudah membuka pelayanan pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) seperti biasanya. Namun demikian, warga yang datang diminta kooperatif patuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Demikian diungkapkan Kepala Dukcapil Parigi Moutong, Ir Lewis kepada Beritaplano.com saat ditemui di ruang kerjanya, selasa kemarin. Lewis mengatakan, model pelayanan adminduk dalam rangka adaptasi normal baru yang pertama dilakukan yaitu memastikan seluruh pegawai aman dari penularan covid-19. Caranya, semua operator dipindahkan ke ruang tertutup agar tidak terjadi kontak langsung dengan pemohon.

Kemudian kata dia, untuk warga yang datang mengurus adminduk, diatur sirkulasi antrian agar tidak menumpuk. Diminta pakai masker dan membawa semua kelengkapan dokumen agar tidak datang berulang-ulang.

“Pertama, melindungi seluruh pegawai kami yang memberikan pelayanan mengurus adminduk. Setiap minggu seluruh ruangan dicuci pakai detergen. Siapa tahu ada droplet yang menempel. Kami pilih pakai detergen daripada desinfektan,” jelasnya.

Antisipasi kedua, ujarnya, bagi yang tidak bisa diwakilkan untuk perekaman, sudah diatur agar mengikuti protokol kesehatan. Ketika namanya dipanggil, sebelum masuk untuk merekam harus mencuci tangan terlebih dulu.

“Tapi kadang masyarakat juga kurang bisa membantu untuk menjaga jarak. Tetapi ketika dia masuk di ruang pelayanan, dia harus ikut prosedur. Cuci tangan dulu sebelum melakukan perekaman. Setelah selesai dia langsung pulang dulu. Nanti kami akan sampaikan kapan KTP-el nya selesai. Khusus untuk yang tidak bisa diwakilkan,” urainya.

Lewis menambahkan, setiap warga yang datang, walaupun tujuan kedatangannya hanya mengurus satu dokumen, sebaiknya membawa semua dokumen asli agar bisa dikerjakan sekaligus jika memang petugas melihat ada perubahan data. Ini bertujuan, agar pelayanan terhadap satu pemohon tidak dilakukan berulang-ulang.

“Kami berharap kerjasama pemohon yang mengurus adminduk, jangan berkerumun, patuhi protokol kesehatan, siapkan kelengkapan dokumennya agar tidak datang berulang-ulang,” tandasnya.

Lebih lanjut kata dia, untuk dokumen lainnya mulai dari akta, KK, pindah, datang, dan sebagainya. Dukcapil akan segera menerapkan adaptasi baru, dengan melibatkan perangkat desa untuk membantu semua prosesnya dari desa. Namun kata dia, meski ini sudah direncanakan sejak lama pada penerapannya membutuhkan  waktu dan konsep yang matang. Misalnya kata dia, harus ada operator khusus di desa yang menginput semua dokumen yang dibutuhkan didalam website dan harus ada perangkat pendukung lainnya.

“Hal itu sudah kami bahas dengan PMD, ini tetap berproses agar bisa segera diterapkan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *