Wabup Badrun Nggai, Apresiasi Penerapan Protokol COVID-19 Saat Pencoblosan

oleh -
Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong H. Badrun Nggai SE, bersama Forkompinda, didampingi Komisioner KPU Sulfiana dan Abd.Chair juga Kordiv Pengawasan Bawaslu Fatmawati, meninjau TPS 1 di Desa Pelawa Kecamatan Parigi Tengah (Foto : ELi)

Liputan : Eli

Parigi Moutong – Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong H. Badrun Nggai SE, bersama Forkompinda, didampingi Komisioner KPU Sulfiana dan Abd.Chair juga Kordiv Pengawasan Bawaslu Fatmawati, meninjau sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Parigi hingga Kecamatan Ampibabo.  Wabup mengatakan, dari semua TPS yang didatanginya, tidak ada yang melanggar protokol COVID-19 saat pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Rabu 9 Desember 2020.

“Sejauh ini dan yang saya amati dari berapa TPS tadi sudah kami datangi, mereka (warga) antri, mereka menghindari kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan. Semua terlihat patuh,” ujar Wabup Badrun Nggai disela-sela peninjauanya, di TPS 2  Toboli.

Wabup mengatakan, berdasarkan jadwal pencoblosan selesai tepat pukul 13.00. Dari hasil peninjauan pada pukul 11.00 warga yang menggunakan hak pilih di beberapa TPS yang didatangi rombongan Wabup dan Forkompinda sudah diatas 50 persen.

Wabup mengimbau agar pada pesta demokrasi ini, semua menggunakan hak pilihnya, mematuhi aturan yang berlaku dan tertib juga saling menghormati pilihan masing-masing.

“Jangan ada oknum yang memprovokasi warga, semua harus tenang, jangan karena mempertahankan kandidat ada perselisihan. Patuhi aturan, netral semuanya baik penyelenggara ataupun masyarakat sehingga tidak ada gesekan. Semua menjaga keamanan dan ketertiban,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto juga mengimbau agar warga menggunakan hak pilihnya dan menghormati keputusan penyelenggara terkait kandidat  yang nantinya ditetapkan menang pada perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng periode 2020 – 2025.

“Kita sebagai warga negara, kita jaga Pilkada ini damai, jangan sampai  beda pilihan menyebabkan kerugian semua pihak. Siapapun pemenang kita hormati, tidak ada euforia berlebihan. Semua kepentingan kampanye kemarin tidak ada lagi. Intinya kondusifitas Parigi Moutong kita jaga bersama,” tandasnya.

Sayutin juga menegaskan agar penyelanggara bersikap netral. Sebab kata dia, kenetralan sangat penting agar  Pilkada berlangsung dengan damai.

Dikesempatan yang sama Komisioner KPU Abd. Chair mengatakan, pihaknya sebagai penyelenggara sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak agar Pilgub yang dilaksakan di Parigi Moutong berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Parigi Moutong saat ini  ada 902 TPS, 47 TPS terpencil dan tersulit 37 TPS. Semua kami harapkan bisa berlangsung dengan aman dan tertib,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.