TTK Beri Sumbangsih Strategis Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

oleh -2 views

Reporter : Eli

PLANO, Parigi Moutong – Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) di Parigi Moutong, merupakan salah satu aset tenaga kesehatan yang mempunyai sumbangsih yang strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagai ujung tombak terdepan dalam pelayanan kefarmasian.

Demikian disampaikan Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu, yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Drs Kamiludin Pasau, saat membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah (rakerda), Musyawarah Cabang (muscab) dan seminar kefarmasian Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Parigi Moutong, di aula RSUD Anutaloko, Minggu (23/02/2020).  

“Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas kehidupan manusia. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan subjek sekaligus objek pembangunan, mencakup seluruh siklus kehidupan dari kandungan hingga akhir hayat,” ujarnya.

Ditambahkannya, peningkatan kualitas SDM adalah bagian dari pembangunan kesehatan, merupakan investasi yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Olehnya itu, untuk meningkatkan pengetahuan TTK, maka perlu mengadakan kegiatan seminar-seminar secara berkesinambungan guna meningkatakan pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan efisien,” imbaunya.

Dia menambahkan, para TTK harus siap dan memiliki kompetensi sesuai standar profesi Tenaga Teknis Kefarmasin. Juga kata dia, TKK harus dapat menyesuaikan paradigma baru pelayanan kefarmasian tidak hanya berorientasi pada pengelolaan obat tetapi juga lebih fokus pada pasien.

“Saya berharap PAFI dapat meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian yang berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan,” harap Bupati.

Kamiludin Pasau menambahkan, tanggungjawab seorang farmasi menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga perlu ada sinergi yang baik antara apoteker, asisten apoteker dan tenaga kesehatan lainnya.

“Kolaborasi dan kordinasi yang baik, menjadikan kualitas kesehatan akan semakin membaik. IPM salah satu indikator kesehatan, kalau pelayanan kesehatan kurang baik, IPM kita dibawah. Salah satu unsur yang menentukan yaitu tenaga farmasi, semoga seminar yang digelar memberikan manfaat bagi daerah dan bangsa ini,” paparnya.

Sementara itu Sekjen PAFI Jatmiko, S.Si menambahkan, PAFI Parigi Moutong  berkeinginan untuk berkolaborasi dengan stakeholder yang ada di daerah, dan berharap seluruh TTK di Parigi Moutong bisa diperhatikan kesejahteraannya.

“Kita berharap kesejahteraan tenaga farmasi diperhatikan. PC berkoordinasi dengan pemerintah dalam upaya mensejahterahkan anggotanya. TTK juga tidak boleh sewenang-wenang dengan hanya menitipkan ijazah atau STR-nya saja. Mohon kami dibantu juga untuk mengawasi, dan silahkan ditegur,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun media ini, PAFI Parigi Moutong menggelar tiga kegiatan sekaligus yaitu Rapat Kerja Daerah (rakerda), Musyawarah Cabang (muscab) dan seminar kefarmasian, di aula RSUD Anutaloko, Sabtu-Minggu (22-23/2/2020).

Kegiatan ini dihadiri Sekjen PAFI Jatmiko, S,Si, Ketua PD PAFI Mugiati S.Farm beserta pengurusnya, Ketua IAI Parigi Moutong, serta tenaga teknis kefarmasian se-Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *