Menu

Mode Gelap

Hukrim · 15 Feb 2022

Tim Psikologi Dampingi Keluarga Korban


 Tim Psikologi Dampingi Keluarga Korban Perbesar

PARIGI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menurunkan Tim Psikologi untuk mendampingi keluarga korban penembakan di Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Dalam melakukan pendampingan Psikologi, tim beranggotakan empat personil dipimpin Kabag Psikologi Biro SDM, Polda Sulteng Kompol Akhmad Kunaefi Muarif
Hal tersebut sebagai wujud perhatian Polda Sulteng dalam penanganan kasus tertembaknya salah seorang warga Desa Tada, Erfaldi (21) dalam aksi unjuk rasa pemblokiran jalan di jalan Trans Sulawesi Desa Katulistiwa Kecamatan Tinombo Selatan.
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto mengungkapkan, perkembangan pasca kejadian, pihak kepolisian dari Polres Parimo menutup akses jalan, dengan tujuan selain untuk bersilaturahmi juga untuk memberikan rasa aman, dan nyaman terhadap warga sekitar lokasi.
Kegiatan pertama dilakukan, yakni Kapolres beserta pejabat utama Polda dan perwira lainnya telah berkunjung ke rumah duka, dan mengikuti proses pemakaman.
“Polres Parimo telah mengelar Bantuan Sosial untuk korban yang terdampak unjuk rasa menutup akses jalan. Sehingga dapat mengurangi beban dan warga merasa aman dan nyaman”, ucap Didik.
Kedua Polres Parimo sudah melakukan trauma healing kepada keluarga korban. Tujuannya agar keluarga korban pulih kembali perasaannya, dan tidak merasakan stress.
Didik menegaskan, secara umum untuk wilayah Parimo, dan Kecamatan Tinombo Selatan sebagai TKP kejadian unjuk rasa, sudah sangat kondusif.
“Untuk media tolong divideokan bahwa wilayah Parimo sudah sangat kondusif, jangan sampai nanti ada pemberitaan wilayah masih mencekam itu Hoax,” tegas Didik.
Sebelumnya, Polda Sulawesi Tengah mulai melakukan uji balistik, menambah lima pucuk Senjata Api (Senpi) yang dipersiksa. Jumlah Senpi yang menjadi 20 pucuk tersebut, seluruhnya merupakan milik personil Polres Parigi Moutong (Polres).
Pengujian tersebut, dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan kasus tewasnya Erfaldi (21) salah seorang pengunjuk rasa, dalam aksi tolak tambang di Desa Katulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, Sabtu (12/2).
“Semua Senpi yang ada di sini (Polres Parimo), karena adanya proyektil yang ditemukan. Kemudian ukurannya sama, dibawa atau tidak dibawa semuanya diambil sampel, biar lebih banyak lagi yang diuji. Siapa tahu ada di antara itu,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar Polisi Didik Supranoto, saat konfrensi pers di halaman Mako Polres Parimo, Selasa (15/2). (SB)

banner DiDisdik
Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kasus Suap Pengurusan Perkara Di MA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

9 November 2022 - 10:16

Sidang Sambo Dan Putri Berlanjut di Tahap Pembuktian

1 November 2022 - 14:12

Waspada, Kejahatan Phising Incar Uang Pengguna Internet

29 Oktober 2022 - 17:37

Ditahan Di Rutan Serang, Nikita Mirzani: Jahat Kalian!

25 Oktober 2022 - 14:37

Hima Persis Lihat Keseriusan Kapolri Rebut Kembali Simpati Masyarakat

21 Oktober 2022 - 16:40

Lesti Kejora Cabut Gugatan Warga Net Kecewa

17 Oktober 2022 - 12:20

Trending di Hukrim