Tahun Ini Tiga Desa Akan Terima BRS, Total 47 Unit Rumah

oleh -
Gambar Ilustrasi : Tahun Ini Tiga Desa Akan Terima BRS, Total 47 Unit Rumah
Liputan: Zahra Syafira

Parigi Moutong– Tahun 2021 ini Parigi Moutong mendapatkan program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN. Lokasi yang menjadi sasaran program pembangunan BRS yaitu Kecamatan Tinombo Selatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Rahmat, kepada Beritaplano.com saat ditemui di kantornya, Kamis (17/2/2021).

“Ada 47 unit dengan total anggaran fisik sekitar Rp983 juta yang didanai dari APBN melalui DAK,” ungkapnya.

Rahmat melanjutkan, sesuai petunjuk pimpinan lokasi yang dipilih menjadi sasaran program yaitu tiga desa yang berada di wilayah Kecamatan Tinombo Selatan. Desa tersebut benar-benar harus memenuhi kriteria.

“Ada tiga desa yang dipilih menjadi penerima BRS, yaitu Desa Poli, Maninili Utara, dan Sinei. Dari 3 desa, ada dua desa yang mendapatkan kuota enam belas unit, dan satu desa mendapatkan kuota lima belas unit,” sambungnya.

Rahmat menambahkan wilayah penerima BRS tersebut terpilih karena termasuk dalam lokus penanganan stunting.

“Kita ingin mendukung juga program nasional dari pemerintah pusat mengenai penanganan stunting.  Oleh karena itu, wilayah Tinombo Selatan yang terpilih,” jelasnya.

Kata Rahmat, anggaran untuk BRS tahun ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Menurut Rahmat, perubahan tersebut berdasarkan keputusan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk peningkatan kualitas bangunan.

“Dana untuk BRS kurang lebih sekitar Rp983 juta yang kami terima. Angkanya lebih besar dari tahun kemarin karna ada peningkatan kualitas per unit. Tahun kemarin total Rp17.500.000,00/unit dengan rincian Rp15.000.000,00 untuk fisik atau bahan bangunan dan Rp2.500.000,00 untuk upah tukang. Sekarang totalnya R.20.000.000,00/unit dengan rincian Rp17.500.000,00 untuk fisik atau bahan bangunan dan Rp2.500.000,00 untuk upah tukang,” bebernya

Rahmat menambahkan, melihat dari angka tersebut, terdapat selisih sekitar Rp40 juta dari total anggaran BRS. Selisih itu dialokasikan untuk biaya operasional kegiatan yang sesuai juknisnya sekitar 5 persen.

Diketahui, secara teknis di lapangan program BRS ini hampir sama dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang sebelumnya juga sudah pernah diberikan untuk Parigi Moutong. BRS merupakan salah satu program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas rumah tinggal masyarakat. Pemerintah Daerah harus mengusulkan lewat sistem aplikasi SIBARU atau sistem informasi bantuan perumahan.

“Sekarang untuk mengusul program apapun terkait bantuan perumahan harus lewat SIBARU. Itu aplikasi resmi milik Kemepupera yang wajib kita gunakan,” tutup Rahmat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.