Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 20 Feb 2021

Tahun Ini Tiga Desa Akan Terima BRS, Total 47 Unit Rumah


 Gambar Ilustrasi : Tahun Ini Tiga Desa Akan Terima BRS, Total 47 Unit Rumah Perbesar

Gambar Ilustrasi : Tahun Ini Tiga Desa Akan Terima BRS, Total 47 Unit Rumah

Liputan: Zahra Syafira

Parigi Moutong– Tahun 2021 ini Parigi Moutong mendapatkan program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN. Lokasi yang menjadi sasaran program pembangunan BRS yaitu Kecamatan Tinombo Selatan.

banner DiDisdik

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Rahmat, kepada Beritaplano.com saat ditemui di kantornya, Kamis (17/2/2021).

“Ada 47 unit dengan total anggaran fisik sekitar Rp983 juta yang didanai dari APBN melalui DAK,” ungkapnya.

Rahmat melanjutkan, sesuai petunjuk pimpinan lokasi yang dipilih menjadi sasaran program yaitu tiga desa yang berada di wilayah Kecamatan Tinombo Selatan. Desa tersebut benar-benar harus memenuhi kriteria.

“Ada tiga desa yang dipilih menjadi penerima BRS, yaitu Desa Poli, Maninili Utara, dan Sinei. Dari 3 desa, ada dua desa yang mendapatkan kuota enam belas unit, dan satu desa mendapatkan kuota lima belas unit,” sambungnya.

banner Dinas Kesehatan

Rahmat menambahkan wilayah penerima BRS tersebut terpilih karena termasuk dalam lokus penanganan stunting.

“Kita ingin mendukung juga program nasional dari pemerintah pusat mengenai penanganan stunting.  Oleh karena itu, wilayah Tinombo Selatan yang terpilih,” jelasnya.

Kata Rahmat, anggaran untuk BRS tahun ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Menurut Rahmat, perubahan tersebut berdasarkan keputusan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk peningkatan kualitas bangunan.

“Dana untuk BRS kurang lebih sekitar Rp983 juta yang kami terima. Angkanya lebih besar dari tahun kemarin karna ada peningkatan kualitas per unit. Tahun kemarin total Rp17.500.000,00/unit dengan rincian Rp15.000.000,00 untuk fisik atau bahan bangunan dan Rp2.500.000,00 untuk upah tukang. Sekarang totalnya R.20.000.000,00/unit dengan rincian Rp17.500.000,00 untuk fisik atau bahan bangunan dan Rp2.500.000,00 untuk upah tukang,” bebernya

Rahmat menambahkan, melihat dari angka tersebut, terdapat selisih sekitar Rp40 juta dari total anggaran BRS. Selisih itu dialokasikan untuk biaya operasional kegiatan yang sesuai juknisnya sekitar 5 persen.

Diketahui, secara teknis di lapangan program BRS ini hampir sama dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang sebelumnya juga sudah pernah diberikan untuk Parigi Moutong. BRS merupakan salah satu program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas rumah tinggal masyarakat. Pemerintah Daerah harus mengusulkan lewat sistem aplikasi SIBARU atau sistem informasi bantuan perumahan.

“Sekarang untuk mengusul program apapun terkait bantuan perumahan harus lewat SIBARU. Itu aplikasi resmi milik Kemepupera yang wajib kita gunakan,” tutup Rahmat.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Mencengangkan, Sekelas BKPSDM Parimo Akui Keliru Terbitkan Tanggal SK Pemberhentian Pejabat Eselon 2

17 Februari 2023 - 00:14

Pejabat Eselon 2 Yang Dinonaktifkan, Pidanakan Bupati  Parigi Moutong

16 Februari 2023 - 17:48

Disdukcapil Parimo Sasar Siswa Rekam KTP

13 Februari 2023 - 21:15

Indonesia Siapkan Bantuan Uang Tunai Masing-Masing 1 Juta Dolar AS untuk Turki dan Suriah

11 Februari 2023 - 13:47

KTT G20, Jokowi: Kita Perlu WHO Yang Kuat dan Bertaring

15 November 2022 - 16:07

Urai Kemacetan Pantura, Tol Semarang-Demak Seksi II Siap Dibuka

14 November 2022 - 17:24

Trending di Pemerintahan