Sosialisasi 1000 HPK dan Komitmen Bersama Aksi Percepatan Penanganan Stunting

oleh -2 views

Reporter : Eli

PLANO, Parigi Moutong – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, mensosialisasikan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Pada kesempatan itu juga, dilakukan penandatangan bersama aksi percepatan penurunan stunting yang diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, tim penggerak PKK dari tingkat Kabupaten hingga ke tingkat desa. Bertempat di lantai II kantor Bupati, Rabu ( 20/11/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah H. Ardi Kadir, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong Noor Wachida Prihatini S.Tombolotutu, Kepala BP Paud Dikmas Sulawesi Tengah Drs Arman Agung M,Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong Adrudin Nur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong Adrudin Nur dalam laporannya menyampaikan, pengembangan program pendidikan keluarga pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan upaya pencegahan dan penanggulangan stunting yang paling efektif untuk dapat mengurangi kondisi stunting pada anak.

Lanjut dia, stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada makanan yang terjadi mulai dari kandungan.
Program ini menitikberatkan pada pentingnya kerjasama antara pemerintah pusat, kabupaten, dan pemerintah desa/kelurahan serta masyarakat dalam menangani masalah stunting sekaligus mengatasinya.

“Sosialisasi ini memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada orang tua untuk perawatan dan pengasuhan yang berkualitas terhadap tumbuh kembang anak, ” ujarnya.

Tujuan kegiatan ini kata dia, untuk meningkatkan komitmen pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mengoptimalisasikan kerjasama antar kecamatan dan desa/kelurahan dalam pelaksanaan penurunan stunting pada anak dan meningkatkan kualitas hidup keluarga yang berimbas pada peningkatan pendidikan dan kualitas hidup generasi berikutnya.

Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat, bekal pengetahuan dan keterampilan kepada orang tua untuk perawatan dan pengasuhan yang berkualitas terhadap tumbuh kembang anak. Juga dapat memberikan manfaat kepada orang tua sehingga mampu menciptakan generasi anak yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia.

Orang tua diharapkan memahami asupan gizi dan aktivitas yang dibutuhkan oleh orang tua serta memahami pertumbuhandan perkembangan anak sejak dalam kandungan, yang pada akhirnya mengurangi angka kematian anak.

“Kegiatan sosialisasi pendidikan keluarga pada 1000 HPK ini mengangkat tema intervensi penurunan stunting selama tiga hari (20 – 22/11/2019) bagi 600 orang yang dibagi per wilayah Parigi, Tinombo dan Kota Raya,” ucapnya.

Pantauan media ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong Noor Wachida Prihatini S.Tombolotutu memberikan materi terkait peran PKK dari tingkat kabupaten hingga desa untuk menangani stunting diwilayah kerja masing-masing.

Kepala Balai Pengembangan Paud dan Dikmas Sulawesi Tengah Arman Agung mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan dampak yang baik dalam upaga penanganan stunting. Sebab kata dia, Parigi Moutong menjadi salah satu sasaran program nasional untuk penanganan stunting.

“Indonesia dalam angka rata-rata peringkat ke empat berpotensi stunting, kita mau benar-benar menuntaskan masalah stunting. Pak Sekda Kabupaten Parigi Moutong sangat pro aktif, meski bukan berarti masyarakat Parigi Moutong banyak yang stunting. Pemda pro aktif untuk mendapatkan anggaran program penanganan potensi-potensi stunting,” jelasnya.

Menurut dia, pihaknya mengapresiasi pemerintah daerah Parigi Moutong khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang bertindak tanggap terhadap isu nasional yaitu penanganan stunting.

“Jadi di BP Paud Dikmas Sulteng kami bina pertama pendidikan usia dini, pendidikan keluarga, stunting ada dua ranah pendidikan usia dini dan pendidikan keluarga. Terus ada pendidikan masyarakat dan pendidikan keaksaraan dan kesetaraan (paket A,B, C dan pemberantasan buta aksara) dan satunya lagi pendidikan kursus dan pelatihan,” urainya.

Menurutnya, fokus stunting ada di pendidikan keluarga dan pendidikan usia dini. Sebab pendidikan keluarga mencakup semua jenjang bukan hanya ada di PAUD, SD, SMP, SMA tetapi semua yang ada dalam lini keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *