Sesuai RPJMD, Parimo Target 205 Desa Diintervensi Stunting Sampai 2023

oleh -6 views
Kepala Bidang Sosial dan Budaya Sahid

Reporter : Eli

PLANO, Parigi Moutong – Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Parigi Moutong menargetkan 205 desa akan diintervensi program stunting sampai tahun 2023. Sebelumnya pada  tahun 2019 telah diintervensi 10 desa dan tahun 2020 ini pemerintah daerah mengintervensi sebanyak 47 desa.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Sosial Budaya pada Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Sahid, belum lama ini. Dikatakannya, sebelumnya tahun 2019 Bapenas telah menetapkan 10 desa di Kabupaten Parigi Moutong menjadi prioritas penanganan stunting.

“Hasil 2019 kemarin yang ditinjau dari 278 desa ternyata ada 205 desa stunting, jadi dari 205 desa itu kita urut mana kejadian stunting yang tertinggi maka kita tetapkan desa ini ditangani tahun 2020. Kemudian tahun 2020 ada 47 desa kita intervensi, menggunakan delapan aksi yang sudah diatur oleh Bapenas,” jelasnya.

Sahid mengatakan, untuk menangani stunting seluruh Indonesia harus menggunakan delapan aksi itu. Aksi pertama adalah analisis situasi apa yang menyebabkan stunting,  kemudian bagaimana cara penanganannya.

“Kita kerjasama dengan Dinas Kesehatan,  untuk tahun ini kerjasama dengan Untad.  Tahun kemarin kan UGM, kemudian untuk tahun ini kita kerjasama dengan Untad. Kita akan kasih tuntas 205 desa ini untuk penanganan stunting, targetnya sampai 2023 sesuai RPJMD,” jelasnya.

Ditambahkannya, kedua ada aksi rencana kegiatan, aksi ketiga adalah rembuk stunting membangun komitmen bersama, aksi empat penyusunan regulasi, aksi lima pembinaan KPM yang dilakukan oleh PMD, aksi enam system manajemen data hingga aksi kedelapan mereview hasil apa yang telah dilaksanakan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *