Samsurizal : Pembangunan Objek Wisata Pantai Mosing Murni Investasi

oleh -263 views
Arsitek agro eko wisata khatulistiwa, Ir. Doni Pradono

Laporan : Fara

Beritaplano, Parigi Moutong – Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu dengan tegas mengatakan bahwa anggaran pembangunan objek wisata pantai Mosing yang masuk pada 10 objek agroeko wisata khatulistiwa yang terletak di Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan murni investasi.

“Pembangunan objek wisata pantai Mosing sama sekali tidak menggunakan dana daerah atau APBD, seluruh pembangunannya murni investasi,” ungkap Samsurizal Tombolotutu kepada sejumlah awak media, Kamis (9/7/2020).

Menurut Samsurizal, dari perencanaan awal pembangunan wisata khatulistiwa yang didalamnya termasuk wisata pantai mosing sudah diperkirakan jika menggunakan dana APBD dipastikan dana daerah tidak akan mampu membiayai.

Sebab menurutnya, terlalu besar anggaran yang akan dialokasikan, baik dari sisi perencanaannya, pembangunan hingga pada tahap promosi, dan kemampuan keuangan daerah tidak mampu dalam pembiayaan tersebut.

Sehingga, ditegaskannya bahwa pembangunan 10 objek wisata khatulistiwa dibangun murni menggunakan dana investasi.

Sementara arsitek agroekowisata khatulistiwa, Ir. Doni Pradono kepada sejumlah awak media mengatakan hal yang serupa.

“Khusus anggaran yang digunakan dalam pembangunan tempat wisata ini merupakan dana investasi dari pihak-pihak yang bekerjasama dengan bapak Samsurizal. Bahkan, tak tanggung-tanggung beberapa proposal-proposal kecil telah kami kirim ke sejumlah pihak untuk sama-sama berinvestasi membangun tempat wisata ini,”ujar Doni.

Berkaitan dengan sejumlah Desa yang berada di titik lokasi 10 objek wisata Khatulistiwa, menurut Doni bahwa pihak desa dalam hal ini bisa sama-sama bersinergi.

“Maksud bersinergi yakni, pihak Desa bisa membuka akses infrastruktur guna menunjang objek wisata yang dimaksud. Namun semua itu dikembalikan kepada Desa masing-masing. Karena kedepan mau tidak mau jika wisata ini telah terbangun efek out put, out come, benefit, impact-nya juga akan dirasakan oleh masayarakat dan pihak Pemerintah Desa sekitar,” terangnya.

Lanjut Doni, yang terpenting dalam membangun suatu tempat wisata yang utama adalah membangun kesadaran masyarakatnya dulu akan kesadaran wisata.

“Untuk apa tempat wisata megah, namun masyarakat sekitar tidak memahaminya. Jadi, selain membangun infrastruktur, PR kami dan pak Samsurizal juga adalah bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar bahwa kesadaran pariwisata itu sangat penting,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *