Reses Dapil I di Kecamatan Parigi, Warga Keluhkan Irigasi Hingga Bangunan Pasar

oleh -4 views
Reses anggota DPRD Dapil I di Desa Lebo ( Foto : Eli)

Reporter : Eli

PLANO, Parigi Moutong – Jaring aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh anggota DPRD daerah pemilihan satu (Dapil I) akan dilakukan selama enam hari masa kerja. Senin tadi anggota DPRD Dapil I sudah melakukan reses di dua tempat yaitu Desa Toboli Kecamatan Parigi Utara dan Desa Lebo Kecamatan Parigi. Reses di Desa Lebo, warga meminta sejumlah pembangunan fisik sekaligus mengeluhkan pembangunan irigasi di Desa Pombalowo dan Olaya yang terlambat juga dugaan ada bangunan baru bukan milik pemerintah di Pasar Sentral Parigi.

Pantauan Beritaplano.com, reses di Desa Lebo dihadiri perwakilan pemerintah kecamatan Parigi, pemerintah kelurahan dan desa yang ada di wilayah Kecamatan Parigi.

Sekertaris Kecamatan Parigi, Ahmad Zarkarsi pada kesempatan itu menyampaikan agar anggota DPRD Dapil I memperhatikan kondisi kantor camat Parigi yang memprihatinkan. Selain itu, perlu ada dukungan intensif kepada pemerintah kecamatan untuk mewujudkan kabupaten layak anak, seperti kata dia, memberikan arahan kepada masyarakat pentingnya membatasi atau mengawasi anak-anak dalam penggunaan gawai.

Selain itu, Kades Lebo Ridwan Bua juga mengusulkan agar ada pengaspalan untuk jalan penghubung dusun II  menuju jalur dua.

Salah satu peserta reses Hasmin juga menyampaikan, DPRD perlu mengawasi pembangunan  irigasi di Desa Pombalowo dan Olaya yang hingga saat ini belum selesai mengingat irigasi adalah kebutuhan vital petani. Selain persoalan irigasi kata dia, perlu untuk meninjau Pasar Sentral Parigi yang dikabarkan ada pembangunan baru.

Selain itu, Kepala Desa Olaya juga meminta pengadaan bank sampah untuk mendukung Adipura.

Menjawab itu, Wakil Ketua II DPRD Sugeng Salilama mengatakan, untuk pengaspalan dusun II kemungkinan besar akan disahutri di 2020 karena proposal permohonannya sudah masuk dan telah diusulkan melalui Musrembang.

Sedangkan untuk proyek pembangunan irigasi, Wakil Ketua I DPRD Faisan Badja mengatakan, semua pekerjaan fisik sudah diberikan tenggat waktu pekerjaan dan kontraktor pasti akan dikenakan denda jika tidak diselesaikan tepat waktu. Namun sebagai lembaga pengawasan, pihaknya akan mencari informasi terkait itu dan mengingatkan agar diselesaikan tepat waktu agar petani segera mendapatkan manfaat dari pembangunan irigasi tersebut.

Masrin M Said juga menanggapi adanya keluhan masyarakat terkait pembangunan baru di Pasar Sentral, selaku mitra komisi II pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan mengundang kepala pasar atau dinas terkait untuk mempertanyakan.

“Ada bangunan baru? kami baru dengar itu. Nanti kami akan tindaklanjuti, kami akan cek untuk tanyakan pada kepala pasar nanti,” ujarnya.

Sementara itu, pendamping reses Dapil I, Cen kepada media ini mengatakan, pelaksanaan reses akan dilakukan selama enam hari, namun terkait jadwal dan tempat pihaknya masih menunggu arahan anggota DPRD yang didampinginya.

Ditanya terkait tidak hadirnya empat anggota DPRD, Cen mengatakan, reses di Toboli semuanya hadir kecuali Saiful Bahri yang berhalangan sakit. Namun di Desa Lebo hanya dihadiri enam orang anggota DPRD dapil I yaitu Enggar (Nasdem), H. Wardi (PKB), Faisan (Gerindra), Sugeng (PDI-P), Masrin M Said (PPP) dan Paulus Pasodung (Perindo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *