Rakergis FKPAPT Ke-IX Fokus Tingkatkan SDM Kader

oleh -4 views

Reporter : Basrul Idrus

PLANO,Parigi Moutong – Forum Komunikasi Pecinta Alam Pantai Timur (FKPAPT) kabupaten Parigi Moutong menggelar Rapat Kerja Strategis (RAKERGIS) FKPAPT Ke-IX, kali ini difokuska pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) personal kader Pecinta Alam.

Ketua FKPAPT Didit Trianto kepada media ini mengatakan, hasil rapat membahas tentang agenda jangka panjang FKPAPT, diantaranya peningkatan sumber daya manusia terkait kemampuan personal kader pecinta alam. Hal ini dimaksudkan agar stiap kader pecinta alam dapat terpakai diorganisasi yang ia tuju sebagai tempat baru para kader memperkaya pengetahuan organisasinya.

Ia menambahkan, kegiatan rakergis FKPAPT ditingkat pengurus ini juga dimaksudkan mensingkronisasikan seluruh program kegiatan pecinta alam agar bisa di dijangkau dan dicapai dalam agenda-agenda kerja pengurus FKPAPT.

“Tahun ini kegiatan 70% difokuskan URL pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok-kelompok pecinta alam di bidang lingkungan hidup. Karna tahun ini FKPAPT mendapat kepercayaan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai hutan Lindung (BPDAS HL) Palu-Poso Sulteng untuk membentuk kelompok bibit rakyat (KBR), Sementara 30% lagi kami fokuskan dibidang petualangan,” ujarnya

Lanjut Dia, Bidang petualangan itu memuat tentang kegiatan-kegiatan petualangan, di isi dgn kegiatan-kegiatan bermanfaat misalkan survei daerah aliran suangai, tracking hijau (mendaki) sambil menanam pohon di jalur pendakian yang mudah longsor untuk mengembalikan ekologis ditempat pendakian khususnya di wilayah Parigi Moutong.

“Masih banyak lagi kegiatan di bidang petualangan ini yang ingin kami capai termasuk LATGAP FKPAPT,” ujarnya.

Kemudian ia berharap, dari Rakergis tingkat pengurus FKPAPT ini bisa mewujudkan organisasi pecinta alam yang lebih berdedikasi, pengabdian serta semangat dalam bingkai perjuangan dan mengahasilkan karya nyata dan turut berperan aktif membangun daerah walaupun meskipun tanpa bantuan dana pembinaan dari pemerintah setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *