Proses Mediasi Samsurizal Tombolotutu VS Hance Yohanes Berlanjut 30 September 2019

oleh -4 views

Reporter : Basrul Idrus

PLANO, Parigi Moutong – Proses mediasi yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Parigi atas gugatan Penggugat Hance Yohanes (pengusaha-red) terhadap Samsurizal Tombolotutu beserta tergugat lainnya atas dugaan hutang senilai Rp 4,9 Miliar berlanjut tanggal 30 September 2019 mendatang.

Pantauan media ini, senin (23/9/2019) tak satupun pihak tergugat maupun penggugat hadir dalam sidang mediasi di PN Parigi. Namun, hanya nampak terlihat kuasa hukum tergugat yakni Sahrudin Ariestal SH serta kuasa hukum penggugat yakni Hartono SH, MH.

Kepada sejumlah awak media, kuasa hukum samsurizal Tombolotutu, Sahrudin Ariestal SH mengatakan, bahwa apa yang menjadi pokok persoalan penggugat dalam hal ini bukanlah hutang, melainkan bantuan dan sumbangan penggugat kepada tim pemenangan Samsurizal Tombolotutu pada Pilkada tahun 2017.

“Perlu kami tegaskan lagi bahwa ini bukanlah hutang, melainkan bantuan dan  sumbangan Hance kepada pak Bupati,” ujar Etal sapaan akrabnya.

Menurut Etal adapun kronologisnya, yakni berawal dari pertemuan Samsurizal Tombolotutu dan Hance Yohanes di kantor Bupati Parigi Moutong, yang dimana pertemuan kedua belah pihak difasilitasi oleh Nico Rantung.

“Sebelum pertemuan terjadi, Hance menelfon Nico  meminta untuk difasilitasi bertemu dengan Pak Bupati Samsurizal,” ungkap Etal.

Lanjut Etal, dalam pertemuan tersebut, tidak satu pun ada penyataan atau bahasa dari Bupati untuk meminjam uang atau meminta bantuan kepada Hance, melainkan Hance sendirilah yang menyatakan kepada Nico untuk membantu Bupati pada pilkada 2017 kemarin.

“Kata Hance ke Nico, bos kamu itu bagus, nanti Pilkada ini saya akan bantu beliau,” beber Etal kepada awak media di lokasi PN Parigi.

Lanjut Etal, jadi terkait pinjam meminjam itu tidak ada, namun yang ada hanya karena bahasa respeck positif atas ungkapan cita-cita Bupati untuk membangun Parigi Moutong sehingga muncullah pernyataan kepada Nico, bahwa Hance akan membantu dan menyumbang untuk Bupati di Pilkada Parigi Moutong.

“Bahasa hutang ini hanya mengada-ngada, pak bupati tidak pernah satu kali pun menyatakan meminjam uang kepada penggugat. Dan untuk bantuan itu sendiri ada yang dalam bentuk uang dan ada berupa barang Alat Peraga Kampanye (APK),” tutup Etal Kuasa Hukum Samsurizal Tombolotutu.

Sementara di tempat yang sama, kuasa hukum penggugat Hartono SH MH, menjelaskan bahwa sesuai dengan gugatan kliennya adalah dimana tergugat telah melakukan wanprestasi terhadap kliennya.

“Kami akan tetap pada gugatan kami, kami tidak akan membantah atas sanggahan pihak tergugat. Namun semuanya akan kami buktikan di pengadilan,” terang Hartono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *