Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 18 Mar 2021

Program Stunting Sasar 36 Desa 9 Kecamatan, Sudah Masuk Tahap Analisis Situasi


 Kepala Bidang Sosial dan Budaya Sahid Perbesar

Kepala Bidang Sosial dan Budaya Sahid

Liputan: Zahra Syafira

Parigi Moutong – Program penanganan stunting di Parigi Moutong menyasar 36 desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Program ini, untuk tahun 2021 sudah memasuki tahap analisis situasi.

banner DiDisdik

Demikian diungkapkan Sahid Badja, Kepala Bidang Sosial dan Budaya pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPELITBANGDA) Kabupaten Parigi Moutong, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa(17/3/2021).

Kepada Beritaplano.com ia mengatakan, analisis situasi sudah dilakukan bersama tim ahli dari Universitas Tadulako (UNTAD) Palu.

“Bulan November-Desember tahun 2020 kita sudah turun ke beberapa desa lokus untuk evaluasi, dan Alhamdulillah kita sudah punya beberapa data,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dari 36 desa tersebut, Sahid mengaku ada dua desa yang saat ini belum bisa dikunjungi untuk dilakukan analisis. Hal tersebut menurut ia, karena alasan keamanan.

banner Dinas Kesehatan

“Sebenarnya dari 36 desa itu ada dua desa yang sama sekali belum tersentuh. Ada di kecamatan Sausu. Kita belum punya izin ke sana, mengingat situasi di daerah tersebut yang masih rawan,” bebernya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari sembilan kecamatan, Kecamatan Moutong merupakan wilayah yang jumlah desanya paling banyak masuk dalam kategori stunting, sedangkan yang paling sedikit berada di Kecamatan Sausu.

Kata Sahid, anggaran program stunting tahun ini ada sekitar Rp99 juta. Hanya saja sampai saat ini belum bisa melakukan kegiatan karena masih menunggu anggaran.

“Sampai saat ini kita belum turun, karena anggarannya program stunting belum jalan. Rencananya kita akan lakukan musrebang dulu sebelum ulang tahun kabupaten. Setelah itu baru kita akan turun untuk melakukan upaya yang harus ditangani,” pungkasnya.

Diketahui stunting adalah terhambatnya tumbuh kembang anak, sehingga menyebabkan perawakan yang lebih pendek dibanding teman seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh terjadinya malnutrisi dalam jangka waktu lama (kronis), dan umumnya terjadi pada anak di bawah usia lima tahun.

Baca juga Konvergensi Lintas Sektor Percepatan Penanganan Stunting

Baca juga Menurun, Data September 2020 Stunting di Parigi Moutong 3.868 Orang

Baca juga Wabup : Cegah Stunting Gunakan Pendekatan Multi Sektor, Komitmen Intervensi Spesifik dan Sensitif

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Mencengangkan, Sekelas BKPSDM Parimo Akui Keliru Terbitkan Tanggal SK Pemberhentian Pejabat Eselon 2

17 Februari 2023 - 00:14

Pejabat Eselon 2 Yang Dinonaktifkan, Pidanakan Bupati  Parigi Moutong

16 Februari 2023 - 17:48

Disdukcapil Parimo Sasar Siswa Rekam KTP

13 Februari 2023 - 21:15

Indonesia Siapkan Bantuan Uang Tunai Masing-Masing 1 Juta Dolar AS untuk Turki dan Suriah

11 Februari 2023 - 13:47

KTT G20, Jokowi: Kita Perlu WHO Yang Kuat dan Bertaring

15 November 2022 - 16:07

Urai Kemacetan Pantura, Tol Semarang-Demak Seksi II Siap Dibuka

14 November 2022 - 17:24

Trending di Pemerintahan