Potensi Investasi Tambak Udang di Parimo

oleh -9 views
kepala Dinas Perikanan dan kelautan Efendi Batjo

Liputan : Eli

PLANO, Parigi Moutong– Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, memberikan peluang investasi bagi pengusaha yang ingin membuka tambak udang di wilayahnya. Disebutkan daerah itu sangat potensial seiring diberikannya kewenangan kepada pemerintah setempat menerbitkan izin usaha budidaya perikanan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perikanan Parigi Moutong Efendi Batjo, kepada wartawan belum lama ini. Dikatakannya, dengan diberikannya akses penerbitan perizinan pada subsektor budidaya perikanan maka pemerintah setempat menjamin investor dalam mengurus izin investasi untuk pertambakan yang lebih mudah dan cepat.

Kata dia, saat ini luas lahan tambak udang potensial di daerah itu sekitar 10.816 hektare dan yang terkelola seluas 7.189 hektare dengan rata-rata produksi per tahun mencapai 4.885 ton khusus sistem budidaya tambak tradisional.  Potensi untuk investasi ini harus diketahui oleh kalangan pengusaha dibidang perikanan.

Dia menilai, sektor perikanan sangat membatu serta berkontribusi menyumbang pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya komoditas udang vaname yang saat ini sedang gencar di budidaya oleh petambak di parigi Moutong, karena harga jualnya cukup tinggi.

“Meski pendemi COVID-19 memengaruhi ekspor udang vaname, namun harga di pasar tradisional masih cukup stabil. Artinya, komoditas ini sangat memberi keuntungan bagi pembudidaya, karena masih ada alternatif penjualan hasil produksi,” kata Efendi.

Untuk itu kata dia, guna meningkatkan animo investor berinvestasi di Parigi Moutong, hal paling utama dilakukan pihaknya yakni pemetaan lahan yang masuk dalam zona pengembangan kawasan budidaya sesuai yang ditetapkan dalam tata ruang.

“Jika lahan-lahan yang dapat digunakan untuk pengembangan budidaya perikanan letaknya jelas, maka kita lebih mudah mengajak investor bekerja sama,” tutur Efendi.

Sejauh ini ujarnya, pengembangan budidaya udang vaname sebagian besar masih dilakoni pelaku usaha lokal dan masih menggunakan pola tambak tradisional. Namun baru-baru ini, sudah ada dua perusahaan besar yang masuk berinvestasi di Parimo, yaitu PT Esaputli Pratama di Desa Tomoli Kecamatan Toribulu sekitar 15,5 hektare, dan PT Aquacultera Prima di Desa Sijoli Kecamatan Moutong seluas 250 hektare.

 

Baca juga Pansus III DPRD Bahas Raperda Retribusi dan Pajak Daerah Bersama Diskanlut

Menteri KP Edhy Prabowo Tebar Benur Udang Vaname Di Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *