Polisi : Hukuman Mati Tersangka Pembunuhan Keluarga di Desa Sienjo

oleh -
Kegiatan Konferensi Pers Kasus Pembunuhan berencana satu keluarga oleh Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong, AKP Musa Alexander Shah, SIK , Jumat (25/9/2020) bertempat di Aula Polres Parigi Moutong. (Foto : Elli)

Laporan : Faradiba

Beritaplano, Parigi Moutong – Kasat Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah  (Sulteng), AKP Musa Alexander Shah, SIK mengungkapkan jerat hukuman mati untuk tersangka pembunuhan berencana satu keluarga yang terjadi di Deda Sienjo, Kecamatan Toribulu, pada tanggal 17 Juli 2020.

Tersangka adalah Muh Arsyat alias Assa (21), yang tak lain adalah tetangga korban.

Polisi menetapkan Arsyat sebagai tersangka pada 18 Juli 2020, atau sehari setelah kejadian. Arsyat diketahui melakukan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga, Nisma Anas (37) mengalami luka berat, dan dua anak Nisma Anas meninggal dunia, IM (11) dan RH (16).

Korban IM (11) ditemukan tewas di rumahnya, di Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu, dan RH (16) meninggal di Rumah Sakit Anuntaloko Parigi, sedangkan ibu kedua korban mengalami luka berat. Sehari setelah kejadian, Arsyat diringkus polisi di rumah ipar tersangka di Dusun 1 Desa Toribulu, Kecamatan Toribulu.

Adapun motif  yang dilakukan tersangka pembunuhan yakni tersangka sakit hati terhadap korban Nisma Anas.

“Dalam kasus ini motif tersangka pembunuhan murni karena sakit hati, dimana korban menagih hutang kepada tersangka. Jadi tidak ada motif lain seperti yang berhembus di masyarakat bahwa motif pembunuhan karena perampokan atau pencurian. Jadi, kami tegaskan kasus ini murni motif pembunuhan berencana,”ujar Musa Alexander saat menggelar konferensi pers di Aula Polres Parigi Moutong, Jumat (25/9/2020).

Pasal yang diterapkan adalah pasal 340 (KUHP) Pidana, pasal 355 ayat (1) dan ayat (2), ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Alat bukti yang diamankan polisi yakni, sampel darah korban IM di lokasi kejadian, satu buah Handphone, satu pasang sandal eiger warna hitam, satu buah parang, satu buah pisau dapur, satu buah sabit, satu lembar pakaian daster milik korban Nisma Anas, satu lembar celana panjang, satu lembar kaos warna orange, satu lembar celana pendek, satu lembar baju warna hitam, satu pasang sandal warna merah merek ardiles, dan sampel darah yang ditemukan di dapur tepatnya di depan pintu kamar mandi.

“Untuk saksi, kami sudah memeriksa sebanyak 11 orang saksi, dan masing-masing saksi telah dibuatkan berita acara pemeriksaannya,”pungkas Musa Alexander.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *