Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 9 Feb 2022

PN Parigi Tolak Gugatan Praperadilan Kasus Pemerasan


 PN Parigi Tolak Gugatan Praperadilan Kasus Pemerasan Perbesar

PARIGI – Pengadilan Negeri (PN) Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menolak seluruh gugatan praperadilan yang dilayangkan tersangka dugaan kasus pemerasan RF (35), terhadap Polsek Ampibabo.
Putusan nomor : 1/pit.pra/2022/PN Parigi itu, dibacakan hakim tunggal Ramadana Heru Santoso, SH, pada sidang praperadilan yang digelar di PN Parigi, Rabu (9/2).

banner DiDisdik

Humas PN Parigi, Riwandi, SH mengatakan, majelis hakim telah memutuskan, dan mengadili yakni, menolak eksepsi termohon untuk seluruhan. Kemudian, dalam menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya.

“Jadi semua permintaan atau petitum dari pemohon, telah ditolak oleh hakim dalam sidang putusan tadi,” ungkapnya.
Menurutnya, ada enam petitum yang disampaikan pemohon dalam perkara praperadilan tersebut, telah dipertimbangkan pada putusan majelis hakim.

Ada enam petitum yang disampaikan yakni, pertama mengabulkan seluruh permohonan termohon. Kedua, tentang sah atau tidaknya laporan polisi. Ketiga, mempermasalahkan sah atau tidaknya penyidikan yang dilakukan termohon.

“Keempat, itu kalau tidak salah tentang penetapan sebagai tersangka. Dari petitum kedua hingga keempat itu, ditolak,”
Riwandi menjelaskan, ditolaknya petitum tersebut, karena dalam fakta persidangan termohon telah melengkapi berbagai persyaratan saat menetapkan tersangka, karena memiliki dua alat bukti.

banner Dinas Kesehatan

Selanjutnya, pada petitum kelima berkaitan dengan penyitaan yang dilakukan oleh termohon, terhadap barang milik pemohon dan dilakukan tanpa surat perintah penyitaan, serta berita acara penyitaan.

“Ternyata menurut hakim, terbukti dalam persidangan seluruh administrasi telah dilengkapi, yakni bukti persetujuan penggeledaan dan penyitaan,” kata dia.

Petitum keenam, berkaitan penahanan yang dilakukan termohon terhadap diri pemohon berdasarkan surat perintah penahanan.
Dalam fakta persidangan, penetapan tersangka sudah dinyatakan benar dengan dua alat bukti yang dinyatakan cukup, maka penahanan oleh termohon dianggap sah.

“Karena ada berita surat perintah penahanan. Kenapa ditahan karena yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Gugatan praperadilan tersebut, bersifat final terhadap perkara yang digugat. Namun, jika masih ada yang dirasa tidak adil, dapat kembali diajukan. Hanya saja, gugatan yang dilayangkan selain dari apa yang telah dimohonkan sebelumnya tehadap termohon.
Sebelumnya, Seorang tersangka kasus dugaan pemerasan inisial RF (35) melakukan upaya praperadilan terhadap langkah penyitaan dan penetapan tersangka oleh Polsek Ampibabo.

Saat ini permohonan praperadilan tersebut, mulai memasuki persidangan pertama di Pengadilan Negeri (PN) Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Senin 31 Januari 2022. (SB)

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Polri Bongkar 405 kasus TPPO Selama Periode 2020-2023

5 Mei 2023 - 20:44

Lestari Harap Pemerintah Fokus Pembangunan Budi Pekerti SDM Nasional

28 Februari 2023 - 20:04

Mahamuddin Ahmad : Kedatangan Anies Baswedan pada Munas KAHMI XI di Palu, Ajang Pengobat Rindu Bagi Kader HMI

23 November 2022 - 23:05

Kasus Harian Covid-19 di Kalteng, 1 Agustus 2022 : Sembuh 60 Orang, Konfirmasi 22 Orang. Mari Terus Disiplin Prokes

15 November 2022 - 14:47

BPMP Sulteng Melaksanakan Upacara Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2022 - 20:29

Hari Ulang Tahun Stasiun Televisi Pertama di Indonesia

24 Agustus 2022 - 21:55

Trending di Ragam