PKK Wajib Sukseskan Penurunan Angka Stunting dan Adipura

oleh -
ketua tim Penggerak PKK Parigi Moutong Dra. Hj. Noorwachida Prihatini S Tombolotutu

Reporter : Eli

PLANO, Parigi Moutong- Bupati parigi moutong H. Samsurizal Tombolotutu resmi membuka kegiatan Rapat Konsultasi (RAKON) Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong. Pada kesempatan itu, ketua tim Penggerak PKK Parigi Moutong Dra. Hj. Noorwachida Prihatini S Tombolotutu melantik ketua TP PKK Kecamatan Sidoan dan Tomini  sekaligus mengukuhkan sebagai Bunda Paud di kecamatan Sidoan dan Tomini, pembukaan RAKON ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati parigi moutong, bertempat di indor kantor Bupati rabu (16/10).

Dalam sambutannya Dra. Hj. Noorwachida Prihatini S Tombolotutu selaku ketua TP PKK kabupaten menyampaikan, PKK adalah sebagai mitra kerja pemerintah yang berkewajiban untuk mensukseskan agenda prioritas daerah diantaranya Adipura dan juga pencegahan stunting yang menjadi program pemerintah pusat.

“Selaku kader gerakan PKK, saya meminta harus lebih menaruh perhatian khusus kepada intervensi kelompok sasaran, yaitu seribu hari pertama kehidupan bayi, ibu hamil dan wanita usia subur serta remaja putri, pemberian makanan tambahan kepada mereka pasti tidak akan cukup, maka dari itu kita juga harus memikirkan peningkatan ekonomi keluarga mereka, Saya selaku ketua tim pengerak PKK kabupaten meminta kepada TP PKK kecamatan dan desa untuk lebih berinovasi sehingga angka stunting dikabupaten parigi moutong bisa diturunkan paling tidak 10 % setiap tahun,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ada 10 program PKK yang bisa digalakkan untuk menekan angka stunting di Kabupaten Parigi Moutong.  Selain itu kata dia, gerakan PKK sampai dengan kelompok dhasa wisma juga harus berperan aktif dan mampu menjadi agen pembangunan terdepan dalam memberikan edukasi  penyadaran sampai pada  pemberdayaan keluarga.

Optimalisasi gerakan PKK dalam pencegahan stunting kata dia, harus tergambar dalam rekomendasi yang akan dihasilkn. Olehnya melalui RAKON  tersebut  Noorwachida meminta setiap POKJA dapat melahirkan rekomendasi yang aplikatif dan bisa berdampak kepada penurunan angka stunting yang juga berdampak kepada kelompok sasaran yang tepan yaitu ibu hamil, bayi dibawah umur dua tahun, wanita usia subur dan pengawasan bagi wanita remaja (pelajar) disetiap sekolah.

Yang paling terpenting kata Noorwachida adalah setiap tim gerak PKK harus mampu menghadapi tantangan dengan penguatan kepada keluarga bersama pemerintah kabupaten, dan PKK harus bergerak melalui gerakan masyarakat yang sadar akan stunting. (Humas Pemda Parigi Moutong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *