Penjelasan Menag Soal Haji 2021

oleh -

Berita Nasional – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan hingga, Senin (31/5/2021), pemerintah Arab Saudi belum memberi kepastian kuota jemaah haji untuk Indonesia.

Selanjutnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga mengatakan belum memahami alasan pemerintah Arab Saudi belum memberikan izin masuk kepada Indonesia menjelang pelaksanaan Haji 2021.

Diketahui sebelumnya otoritas penerbangan Arab Saudi diketahui baru memberikan izin masuk untuk 11 negara, yaitu Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Italia, Inggris, Irlandia, Jepang, Jerman, Perancis, Portugal, Swedia, dan Swiss.

Dilansir dari Tempo.co (2/6/2021), Yaqut mengatakan, penanganan Covid-19 menjadi isu penting. Penanganan Covid-19 di Indonesia termasuk relatif bagus. Dia belum tahu kenapa warga Indonesia masih belum diizinkan masuk ke Saudi.

“Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih lebih rendah dibanding sejumlah negara yang diizinkan masuk. Amerika Serikat bahkan menjadi negara dengan kasus tertinggi di dunia.  Kalau diurutkan, USA tertinggi jumlah kasus Covid-19 di dunia. Perancis di urutan 8, Italia urutan 9, Jerman urutan 17, sementara Indonesia di urutan 19 jumlah kasus Covid-19.” kata dia.

Sebelumnya, wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa info ini langsung didapatnya mengenai tahun ini Indonesia tak mendapatkan kuota keberangkatan jamaah untuk 2021.

Menurutnya, sementara kita tak usah bahas (vaksin) itu dulu. Karena informasi terbaru yang kita dengar bahwa kita tak dapat kuota haji.

“Ini jadi pelajaran buat kita supaya soal vaksin ini kita akan lebih perhatikan agar tidak terjadi hal-hal seperti ini,” terangnya, seperti dilansir cnbcindonesia.com (1/6/2021).

Arab Saudi  hingga kini belum memberikan kepastian kuota jemaah haji 2021. Sementara, berdasarkan simulasi Tim Mitigasi Haji Kemenag, tenggat waktu persiapan penyelenggaraan haji telah melewati batas akhir

Kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk memperketat penerimaan jamaah 2021 berdampak pada tak kebagiannya Indonesia dalam agenda tahunan tersebut. Dengan demikian, dua tahun berturut-turut tak ada jamaah haji asal Indonesia yang diberangkatkan ke tanah suci dalam ibadah tahunan ini.

Sementara, berdasarkan simulasi Tim Mitigasi Haji Kemenag, tenggat waktu persiapan penyelenggaraan haji telah melewati batas akhir pada 25 Mei lalu.

Seperti dikutip laman resmi Kemenag, Yaqut menyampaikan, waktu yang tersisa sampai dengan closing date bandara di Arab Saudi hanya tersisa kurang dari 50 hari atau sekitar 1,5 bulan. Hal ini menurut Menag juga berdampak pada penyiapan layanan haji oleh pemerintah Indonesia.

“Berbagai persiapan di dalam negeri, meskipun sudah sejak beberapa waktu lalu kami siapkan, namun belum bisa sepenuhnya difinalisasi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.