Penerima BPNT Terima Kartu KKS dan Buku Tabungan

oleh -

Reporter : Sam’udin

PLANO Kasimbar.- Pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kecamatan Kasimbar menyalurkan kartu ATM, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Buku Tabungan kepada penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) di 18 Desa yang tersebar di Wilayah Kecamatan Kasimbar, belum lama ini.

Penyerahan tersebut digelar secara serentak di Gedung Sekretariat TP-PKK Kecamatan Kasimbar dan disaksikan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kasimbar H. Baharudin dan seluruh Kaur Kesra, dari 18 Desa wilayah Kecamatan Kasimbar.

Kasi Kesos Kecamatan Kasimbar H.Baharudin pada media ini mengatakan, rumah tangga miskin penerima manfaat program dapat menukarkan bantuannya bukan berbentuk uang tetapi dalam bentuk bahan seperti beras atau telur.

Penerima program ini dapat menukarkannya di e-Warung yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Sehingga kata dia, rumah tangga penerima manfaat dari program BPNT, di berikan buku rekening dan juga kartu ATM BPNT.

“Nantinya, cara pencairannya, penerima program ini dapat menggesek kartu ATM BPNTnya di BRI link,yang sudah ditentukan,” ungkapnya.

TKSK yang menjadi Pendamping BPNT Kecamatan Kasimbar Gufran Syamsudin menambahkan, di Tahun 2019 ini adalah Provinsi Sulawesi Tengah asuk pada gelombang yang ke tiga dalam pelaksanaan penyaluran bantuan pangan non tunai.

“Pelaksanaanya yang di rencanakan bulan Agustus, namun ada kendala sehingga terjadi keterlambatan. Kita yang ada di Sulawesi Tengah ini belum terferivikasi atau tervalidasi data BDT KKS sehingga molor, kemudian di bulan September 2019 kemarin kita merencanakan kembali penyalurannya, namun juga belum bisa sehingga dibulan Oktober ini kita pacu untuk harus dilaksanakan penyalurannya,” jelasnya.

Menurut Gufran, data untuk Kecamatan Kasimbar mengalami perubahan setelah berganti sistem pemberian bantuan sosial ini. Kata dia, sebelumnya penerima Rastra sebanyak 1.812 KPM, namun setelah berubah menjadi BPNT 1.378 penerima.

“Di dalam file aplikasi SIKS-NG terdapat ada 434 DPM yang tidak valid datanya. Sehingga data penerima BPNT tinggal 1.378 yang terdiri dari penerima BPNT/KKS/PKH adalah 1.154 kemudian penerima BPNT/KKS/Non PKH adalah 224 KPM. 224 inilah yang di buatkan Kartu ATM atau KKS oleh pihak BRI dan dibukakan Buku Rekeningnya, yang 1.154 ini tidak di buat lagi kartunya, karena sudah memiliki Kartu KKS PKH, secara otomatis kartu tersebut bisa juga digunakan untuk pengambilan BPNT yang telah ditentukan oleh pihak BRI,” urainya.

Selanjut kata dia, kartu untuk BPNT ini di cek pada BRI link yang sudah di tentukan. Sehingga pengambilan BPNT ini lewat mekanismenya, ketika bahan yang telah di salurkan oleh Pihak Perum Bulog ke e-warung yang telah disiapkan.

“Nanti ada penyampaian dari Pemerintah Desa bahwa dana telah Masuk di ATM penerima dan bahan telah siap untuk diambil sesuai dengan tempatnya masing-masing,” ungkapnya.

Lanjut dia, 224 orang yang dibuatkan kartu ATM dan KKS sebelumnya, tidak termuat dalam penerima PKH, ini disebut BPNT murni. Tetapi kata dia, tidak semua PKH menerima BPNT.

“Ingat ini saja yang termuat dalam BPNT/KKS/PKH dan BPNT/KKS/Non PKH, jadi keseluruhanya 1.378, kenapa mengurang dari 1.812, kemarin kita kehilangan kuota untuk Kecamatan Kasimbar sebanyak 434 KK yang tidak valid data KK-nya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *