Menu

Mode Gelap

Ragam · 13 Feb 2022

Pena 98 Minta Kapolres Parimo di Pecat Dari Jabatannya


					Pena 98 Minta Kapolres Parimo di Pecat Dari Jabatannya Perbesar

BERITAPLANO.COM, PALU – Pehimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) meminta Kapolri memecat Kapolres Parigi Moutong (Parimo) dari jabatannya terkait persitiwa tewasnya seorang Demonstran pada aksi Penolakan Tambang di Kasimbar, Parigi Moutong Sabtu (12/2)

Hal ini disampaikan Koordinator Pena 98 Sulawesi Tengah Yahdi Basma, saat melakukan Pernyataan sikap bersama beberpa aktivis Pena 98 yang turut hadir pada Kantor Komnas HAM Sulawesi Tengah, Minggu 13/2. Dalam salah satu pernyataan Sikapnya, Pena 98 meminta agar Kapolri dengan semangat presisi, melakukan pemecatan terhadap Kapolres Parimo.

Menurut Yahdi hal tersebut perlu dilakukan, karena menurutnya saat Kapolres berada di lapangan terbukti, tidak mampu mengendalikan aparat kepolisian yang merupakan anggotanya, sehingga terjadi sikap represif kepolisian terhadap masyarakat.

“Kami minta dengan segera tindakan tegas pihak Kapolri, atas nama semangat presisi untuk memecat Kapolres Parigi Moutong, beliau ada di lapangan, terbukti secara faktual tidak bisa mengendalikan anak buahnya” ujar Anggota DPRD tersebut.

Yahdi juga menyampaikan, Pena 98 meminta izin usaha tambang emas PT Trio Kencana yang berada di wilayah Kasimbar Parigi Moutong, Sulawesi tengah segera dicabut oleh pemerintah.

“Kami meminta dengan segera kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mencabut izin usaha Tambang PT Trio Kencana” kata Yahdi.

Pena 98 menyampaikan Pernyataan sikapnya usai menggelar rapat terbatas, adapun pernyataan sikap Pena 98 yang di kutip BeritaPlano.com adalah sebagai berikut :

  1. Pena 98 Menyatakan belasungkawa kepada Korban Refaldi (21)
  2. Mengutuk Keras Sikap Represif Aparat Keamanan
  3. Meminta Pemerintah Pusat dan Provinsi, agar Mencabut izin usaha tambang PT Trio Kencana yang beroperasi di Parigi Moutong.
  4. Meminta Kapolri dengan Tegas, Segera memecat Kapolres Parimo.

Sebelumnya, sejak sabtu siang (12/2), terjadi peristiwa Demonstrasi menentang Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Trio Kencana yang di awali dengan blokade jalan di Desa Khatulistiwa, Tugu Nol Kilometer Tinombo Selatan. Aksi Demontrasi tersebut berlangsung hingga malam hari dan berakhir ricuh, Refaldi (21) salah satu Demonstran asal Desa Tada tewas.ALF

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 298 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Terpilih Aklamasi, Mantan Sekjen PB Alkhairaat Pimpin DKST 2022-2027

27 Maret 2022 - 21:15

Aksi Penanaman Pohon Memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-39 Tahun 2022

17 Maret 2022 - 14:13

Gelar Pelatihan Wasit Sepak Bola, Parimo Hadirkan Wasit Nasional

28 Februari 2022 - 12:10

Reses Zalzulmida Djanggola, Masyarakat Parimo Minta Perbaikan Jalan

25 Februari 2022 - 14:10

2 Siswa Positif Covid, Sekolah di Palu Diliburkan

10 Februari 2022 - 01:29

Waspada Penyebaran Omicron, Wali Kota Palu Minta Perketat Prokes

10 Februari 2022 - 01:04

Trending di Pemerintahan