Menu

Mode Gelap

Politik · 30 Mei 2021

Pemilu 2024, KPU RI Usulkan Dipercepat 21 Februari


 Ketua KPU Ilham Saputra mengusulkan agar Pemilu 2024 dipercepat jadi 21 Februari. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Perbesar

Ketua KPU Ilham Saputra mengusulkan agar Pemilu 2024 dipercepat jadi 21 Februari. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Berita Nasional – Pelaksanaan Pemilu 2024 diusulkan pelaksanaannya dari 21 April menjadi 21 Februari oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ilham Saputra.  Usulan tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah dan DPR RI.

banner DiDisdik

“Kami menginginkan agar penyelenggaraan pemilu ini dipercepat untuk menghindari kekosongan pencalonan pilkada,” ujar Ilham saat memberi paparan pada acara diskusi virtual, yang dilansir dari Antara, Minggu (30/5/2021).

Lebih lanjut, Ilham mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi untuk mempercepat hari pemungutan suara pada Pemilu 2024. Jika pemilu tetap digelar April, pihaknya khawatir akan ada perselisihan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) yang memakan waktu semakin lama. Terlebih jika MK memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU.  Menurutnya, jika ada putusan MK yang meminta PSU akan memakan waktu.

Selain usulan tersebut, KPU juga mengusulkan ke pemerintah dan DPR agar pilkada turut digelar pada 20 November 2024.

Menurutnya, perihal waktu pelaksanaanmenyangkut perubahan tanggal tersebut harus dibicarakan lebih lanjut dengan masukan dari berbagai pihak, karena masih bersifat usulan.

banner Dinas Kesehatan

Ilham menyatakan telah menyampaikan usulan itu ke anggota dewan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI pekan ini.

Dia menambahkan, Pemilu 2024 memerlukan energi dan biaya yang signifikan serta perhatian dari berbagai penyelenggara.

“Pihak DPR telah membentuk tim yang bertugas mempelajari usulan KPU, termasuk soal perubahan jadwal tersebut.” Ujar dia lagi dikutip dari CNN.

Di lain pihak, Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati meminta KPU melakukan simulasi pemilu dan pilkada yang nantinya akan digelar pada 2024 secara riil dan transparan.

“Berkaca pada Pemilu 2019, lebih dari 500 anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia akibat kelelahan saat bertugas.” Ujar Khoirunnisa.

Khoirunnisa menegaskan, hasil kajian lintas disiplin Universitas Gadjah Mada menunjukkan petugas KPPS meninggal dunia karena manajemen risiko tidak ada. Misalnya, ketika petugas ingin bertanya ada masalah di TPS kepada siapa, semua  harus dipersiapkan.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Laksanakan Asesmen Bacaleg, Ketua Bapilu Nasdem Parimo : Ikhtiar Kolektif Menang Lebih 2024.

2 April 2023 - 00:28

Paloh Yakin, Pemerintah Bisa Jadi Wasit Yang Adil

22 Februari 2023 - 21:59

Politisi Milenial Lintas Partai Tolak Sistem Tertutup

13 Januari 2023 - 19:28

Cak Imin Dukung Jokowi: Antar Partai Tak Saling Menjatuhkan

8 November 2022 - 10:13

Luhut Yakin, Kepercayaan Dunia Terhadap RI Meningkat Pasca KTT G20 Bali, Ini Alasannya…

5 November 2022 - 20:42

Ketum PBNU Gus Yahya Masuk Daftar 50 Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia

31 Oktober 2022 - 17:24

Trending di Politik