Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 4 Feb 2022

Pemda Parimo Uji Coba program IP400


 Petani memindahkan bibit tanaman padi yang siap ditanam di Desa Tegal Wangi, Tegal, Jateng, Rabu (31/12). Untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu tiga tahun mendatang, Kementerian Pertanian mendorong produksi padi sebanyak 11 Juta ton pada 2015 dengan melakukan refocusing anggaran yang awalnya untuk pembangunan dan dialihkan untuk pertanian sebesar Rp 4,1 triliun. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ss/pd/14 Perbesar

Petani memindahkan bibit tanaman padi yang siap ditanam di Desa Tegal Wangi, Tegal, Jateng, Rabu (31/12). Untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu tiga tahun mendatang, Kementerian Pertanian mendorong produksi padi sebanyak 11 Juta ton pada 2015 dengan melakukan refocusing anggaran yang awalnya untuk pembangunan dan dialihkan untuk pertanian sebesar Rp 4,1 triliun. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ss/pd/14

PARIMO – Dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman padi, Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mulai melakukan uji coba program Index Pertanaman (IP) padi 400.
Hadi Safwan selaku Kepala Dinas Taman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parimo pada Jum’at (04/02) mengatakan bahwa program yang dicetuskan oleh Kementrian Pertanian tersebut perdana diterapkan di Parimo. Program ini mendorong petani empat kali dalam setahun dan akan diuji cobakan ke 5.500 hektare lahan yakni Kecamatan Balinggi seluas 5.000 hektare dan Kecamatan Parigi Selatan 500 hektare, sehingga produktivitas petani lebih meningkat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluh Pertanian Kecamatan Parigi Selatan, Ramadhan Firman menjelaskan, dari 66 kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Parigi Selatan, 10 kelompok di antaranya menjadi sasaran uji coba indeks pertanaman.
Salah satu terobosan baru dilakukan Kementan saat ini, yakni menggunakan skema pola tanam padi IP400, yang dikelola melalui klaster kawasan berbasis korporasi petani, guna meningkatkan produksi beras nasional.
Oleh karena itu, Parimo salah satu daerah penopang ketahanan pangan Sulawesi Tengah menjadi sasaran pola tanam IP400, dengan harapan petani lebih produktif, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi petani.
Dalam uji coba ini lanjut dia, Kementan juga telah menyediakan benih varietas unggul seperti, Dodokan, Siluginggo dan Inpari-1, termasuk upaya pengendalian hama/penyakit terpadu (PHT) dilakukan lebih operasional, pengelolaan secara terpadu spesifik lokal, serta menajemen tanam dan panen secara efisien.
“Guna mendukung program ini, perlu kerja sama lintas instansi salah satunya penyediaan irigasi agar air mengalir secara konsisten, karena salah satu syarat program tersebut adalah ketersediaan air,” ucap Firman.
Dia pun memaparkan, 500 hektare target luas lahan dimanfaatkan di Parigi Selatan pada pola tanam IP400 dibutuhkan dukungan peralatan dan mesin pertanian (Alsintan). Menurutnya, Poktan di wilayah tersebut membutuhkan kurang lebih 24 unit Alsintan untuk memaksimalkan penggarapan lahan.
Pihaknya memprediksi, rata-rata empat siklus panen per hektare, paling rendah petani menghasilkan 3,5 ton gabah kering.
“Artinya, dengan hitungan rata-rata seperti itu, petani bisa memproduksi gabah kering panen kurang lebih 7.000 per tahun dilahan seluas 500 hektare dibandingkan panen dengan siklus tanam normal. Dari segi produksi tentunya meningkat,” tuturnya. (NS)

banner DiDisdik
Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Polri Bongkar 405 kasus TPPO Selama Periode 2020-2023

5 Mei 2023 - 20:44

Lestari Harap Pemerintah Fokus Pembangunan Budi Pekerti SDM Nasional

28 Februari 2023 - 20:04

Mahamuddin Ahmad : Kedatangan Anies Baswedan pada Munas KAHMI XI di Palu, Ajang Pengobat Rindu Bagi Kader HMI

23 November 2022 - 23:05

Kasus Harian Covid-19 di Kalteng, 1 Agustus 2022 : Sembuh 60 Orang, Konfirmasi 22 Orang. Mari Terus Disiplin Prokes

15 November 2022 - 14:47

BPMP Sulteng Melaksanakan Upacara Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2022 - 20:29

Hari Ulang Tahun Stasiun Televisi Pertama di Indonesia

24 Agustus 2022 - 21:55

Trending di Ragam