Pasca Banjir, Dinas PUPRP Benahi Sejumlah Infrakstruktur

oleh -
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Parigi Moutong, Rivai ST, M,Si

Parigi Moutong –  Pasca banjir yang melanda sejumlah titik di wilayah Parigi Moutong, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong kembali melakukan pembenahan terhadap infrastruktur yang rusak.

Melansir PUParigiMoutong.com, Plt. kepala dinas PUPRP Parigi Moutong Rivai ST MSi mengatakan bahwa tertundanya pembongkaran jembatan Baliara dikarenakan pihaknya harus menunggu jadwal tenaga teknis yang didatangkan dari kota Palu, Sulawesi Tengah untuk membongkar jembatan tersebut. Rivay menambahkan, pekerjaan pembongkaran ini memerlukan waktu sekitar sebulan.

“Jembatan ini harus segera dibongkar karena jika banjir bisa menahan material kayu sehingga bisa membelokkan arah aliran sungai kepemukiman warga,” ujar Rivai

Disaat yang sama, mantan kepala bidang tata ruang DPUPRP Parigi Moutong itu juga menyingung masalah pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Parigi, Tolai dan Ampibabo yang berhenti beroperasi juga dikarenakan banjir yang memutuskan pipa-pipa saluran di lokasi intake, ia juga bilang pihaknya tengah melakukan upaya perbaikan.

“Untuk spam Tolai kami targetkan besok hari Minggu bisa kembali normal. Spam Ampibabo sudah selesai diperbaiki beberapa hari lalu dan sudah jalan normal,” tuturnya.

Sementara itu, khusus SPAM area Parigi, Rivai mengatakan masih memerlukan waktu sekitar 5 atau 6 hari lagi untuk perbaikan karena tingkat kerusakannya berat.

“Petugas kami sampai sekarang masih menginap dilokasi intake gunung desa Parigimpu’u untuk melakukan perbaikan, besok kami datangkan excavator untuk membantu penyambungan kembali pipa induk yang akan dilas,” pungkasnya.

Ia juga katakan mewakili dinas yang sementara dipimpinnya itu memohon maaf atas kerusakan ini dan berjanji untuk mempercepat perbaikan sehingga distribusi air ke pelanggan bisa segera kembali normal.

“Atas masalah (SPAM) ini, kami mohon maaf. Terus kami usahakan untuk perbaikan secepatnya. Selain penyambungan pipa, excavator yang kami turunkan juga akan melakukan pembersihan di bendungan Tamolaya desa Parigimpu’u,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *