Parimo Terima Kuota 1.300 Bibit Transfer Embrio Sapi

oleh -
Gambar milik Tribun Bali

Liputan: Zahra Syafira

Parigi Moutong- Transer embrio untuk sapi betina menjadi salah satu program yang masih dikerjakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Parigi Moutong, pada tahun 2021.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Parigi Moutong, Wayan Purna, S.Pt., kepada Beritaplano.com saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Purna mengatakan, kuota bibit transer embrio sapi untuk tahun ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya, sehingga dalam pendistribusianya benar-benar memperhatikan peternak yang berhak menerima.

“Tahun ini kita dapat kuota bibit sebanyak 1.300. Kuota ini lebih sedikit dibanding  tahun kemarin yang berjumlah 2.500,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, transfer embrio merupakan suatu teknik memasukan embrio ke dalam alat reproduksi ternak betina sehat (resepien) dengan alat tertentu dengan tujuan agar ternak menjadi bunting.

“Ini dilakukan dengan cara menyuntikkan bibit kepada sapi betina. Agar prosesnya berhasil dan bibit dapat tumbuh, sapi harus dipantau untuk mengetahui waktu penyuntikan yang tepat. Olehnya itu, program ini hanya dapat dilakukan untuk sapi yang dipelihara di kandang. Untuk transfer embrio ini, sapi betina harus diseleksi. Dipilih sapi yang memang produktif dan mampu melahirkan. Waktu penyuntikan dilakukan saat sapi birahi,” jelasnya.

Wayan Purna menambahkan, sampai dengan saat ini animo masyarakat terhadap program ini cukup besar sehingga transfer embrio masih terus diprogramkan. Hal dikarenakan banyak peternak sudah berhasil.

Bahkan kata dia, pihaknya kewalahan untuk memenuhi permintaan peternak sebab kurangnya petugas yang bisa melakukan transfer embrio.

“Petugas yang ada saat ini hanya delapan orang, untuk menjalankan tugas di 23 kecamatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *