Parigi Moutong Salah Satu Dari Enam Daerah Rawan Peredaran Narkoba di Sulteng

oleh -
Parigi Moutong Salah Satu Dari Enam Daerah Rawan Peredaran Narkoba di Sulteng (FOTO : HUMAS PEMDA PARIMO)

Parigi Moutong – Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2019, Sulteng masuk urutan ke empat peredaran narkoba dari 34 provinsi di Indonesia. Kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu dari enam daerah penyumbang kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Hal itu diungkapkan, koordinator kegiatan Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi Sulawesi Tengah Hartini, S.Sos, M.A.P dalam rapat kerja sinergi program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder, yang dilaksanakan di Hotel Oktaria Parigi. (23/02).

“Olehnya kami dari BNN provinsi melakukan kegiatan ini di Kabupaten Parigi Moutong agar seluruh stakeholder dan masyarakat dapat mengetahui dan bersama-sama memberantas peredaran gelap narkoba,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilakukan BNN Provinsi di Kabupaten Parigi Moutong dikarenakan salah satu kelurahan di  Kecamatan Parigi menjadi satu dari enam daerah yang rawan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Sulawesi Tengah.

Ia menambahkan, bahwa dalam penuntasan penyalahgunaan narkoba ini, diperlukan seluruh stakeholder yang ada di kabupaten Parigi Moutong bersama-sama melakukan pencegahan.

“Narkoba harus menjadi musuh kita bersama, BNN tidak bisa bekerja sendiri, kerjasama komponen anak bangsa khususnya stakeholder terkait narkoba sangat penting dalam upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan zat adiktif ini”. Ujar Hartini

Sementara itu Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai, SE yang membuka kegiatan tersebut berharap semua pihak  baik dari tingkat keluarga, pemerintah paling bawah RT/RW, kecamatan sampai ke tingkat kabupaten harus bersinergi dalam pemberantasan penyakit masyarakat ini.

Badrun mengungkapkan, kabupaten Parigi Moutong juga telah melakukan pencegahan dengan melakukan pelatihan terhadap 20 orang konselor untuk HIV/AIDS, namun hal ini tentunya tidak akan memberikan dampak yang signifikan jika mereka yang terkena jerat narkoba atau sudah menjadi pecandu tidak membuka diri untuk diberikan pemahaman dan rehabilitasi dari pemerintah.

“Saya atas nama pemerintah daerah mengapresiasi apa yang telah dilakukan BNN Provinsi di daerah kita, tentunya ini semua bertujuan menekan angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan harapan mendapatkan hasil yang positif dan perubahan yang baik,” tutur Badrun

Diketahui peserta yang mengikuti kegiatan ini diantaranya, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi dan UKM, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kecamatan Parigi masing masing 2 orang dan 12 orang dikhususkan pada Kelurahan Bantaya dan Perwakilan Masyarakat Penerima Manfaat serta 1 orang dari Polsek Parigi dengan keseluruhan peserta berjumlah 27 orang. (SUMBER:HUMAS PEMDA PARIGI MOUTONG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.