Parigi Moutong Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan

oleh -
Kegiatan deklarasi ODF (Open Defecation Free) Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) masyarakat Parigi Moutong

Beritaplano, Parigi Moutong – Bertempat di taman impian Ogodako, Kecamatan Mepangan, Selasa(27/10/200) Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong menggelar deklarasi Open Defecation Free (ODF) Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) masyarakat Parigi Moutong.

Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, dr. Agus Suryono Hadi dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kepada pemerintah dan masyarakat atas peran sertanya dalam melaksanakan seluruh program kesehatan.

“Secara khusus, apresiasi ini saya sampaikan kepada masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mengantarkan masyarakat di 18 Desa di Kabupaten Parigi Moutong untuk bisa meninggalkan kebiasaan buang air besar sembarangan. Sehingga, tercipta perilaku hidup sehat dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan dan akses sanitasi yang layak,” ujar dr. Agus.

Upaya mewujudkan akses masyarakat terhadap sanitasi dan air minum yang layak merupakan bagian dari upaya promotif-preventif yang harus diutamakan.

Sebab, upaya promotif-preventif yang efektif akan menekan terjadinya penyakit. Serta menurunkan jumlah orang yang sakit dan orang yang berobat.

Sehingga, hal itu berdampak pada efisiensi biaya kesehatan yang menjadi beban pemerintah dan masyarakat.

Sanitasi dan air minum yang layak sangat memberi kontribusi langsung terhadap kualitas manusia di seluruh siklus kehidupannya. Mulai dari bayi, balita, anak sekolah, remaja, kelompok usia kerja, ibu hamil dan kelompok lanjut usia (Lansia).

Sebab, tanpa sanitasi dan air minum layak akan muncul berbagai masalah kesehatan, seperti kejadian penyakit menular dan keracunan yang dapat menimbulkan sakit, cacat, bahkan meninggal dunia.

Bahkan menurutnya, ketersediaan sanitasi dan air minum yang layak dapat mengurangi risiko terjadinya diare hingga 94%.

Selain itu, guna meningkatkan akses atau jangkauan masyarakat pada sanitasi dan air minum layak, Pemerintah melaksanakan strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Hal itu merupakan salah satu strategi pemerintah untuk percepatan perubahan perilaku masyarakat yang berkaitan dengan air minum dan sanitasi layak.

Strategi ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat, agar program ini bisa mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Lanjut dr. Agus, dengan penerapan STBM tak lain untuk pemenuhan sarana sanitasi dan air minum yang layak hingga ke seluruh pelosok desa serta  untuk pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat memerlukan upaya komprehensif,  terintegrasi, dengan dukungan kerjasama lintas sektor, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.

“Perilaku hidup bersih dan sehat hendaknya ditanamkan sejak usia dini agar menjadi budaya yang dipraktekkan sehari-hari sepanjang hidup,” ungkapnya.

Pihaknya berharap agar momentum ini akan memberikan keyakinan kepada semua pihak untuk penguatan langkah dan upaya dalam pembangunan sanitasi nasional menuju masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera.

Kegiatan deklarasi ODF (Open Defecation Free) Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) masyarakat Parigi Moutong, dihadiri Kadis Kesehatan Parimo dr Agus Hadi, Kadis Kesehatan Propinsi Sulteng yang diwakili Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Olahraga, Kabid Kesehatan Dinkes Parigi Moutong, Kasubid Sosial Budaya Bappelitbangda Parigi Moutong, Irdan SKM,MPH, Camat Mepanga serta 18 kepala Desa se Kecamatan Mepanga.

(SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.