Operator Desa Kecamatan Kasimbar dan Toribulu Ikut  Bimtek Aplikasi SIKS-NG

oleh -76 views
Kepala Pengelolah Data  dan informasi  atau  Admin SIKS-NG  Dinas Sosial Kabupaten Parigi  Moutong  Ayub Ansyar SE sedang menyampaikan materinya. (Foto Sam’Udin )

Liputan : Sam.Udin

Beritaplano, Kasimbar – Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kasimbar dan Toribulu bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan pemantapan penggunaan aplikasi sistem informasi kesejahteraan sosial next generation (SIKS-NG) pada operator desa yang tergabung di Kecamatan Kasimbar dan Toribulu yang dilaksanakan di Kantor  Desa Labuan Donggulu Kecamatan Kasimbar, Sabtu (8/7/2020).

Diketahui, aplikasi SIKS-NG adalah sistem informasi dari Kemensos, untuk memastikan bansos tersalurkan dengan benar. Kemudian, data kemiskinan yang telah diverifikasi dan divalidasi itu akan ditetapkan oleh Menteri Sosial sebagai data terpadu yang dapat dipergunakan oleh kementerian/lembaga terkait untuk penanganan kemiskinan.

Pantauan media ini, kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Kasimbar Abdul Manan Daeng Malindu dan dihadiri Kepala Pengelolah Data  dan Informasi  atau  Admin SIKS-NG  Dinas Sosial Kabupaten Parigi  Moutong  Ayub Ansyar SE sekaligus pemateri  Aplikasi SIKS-NG.

Ayub Ansyar SE  mengatakan,  keberadaan operator di desa sangat penting sebab data desa bergantung dari update data yang dikerjakan oleh operator.

“Karena yang dimintai oleh aplikasi SIKS-NG adalah data dari DTKS artinya data yang menjadi sumber dari data program bantuan sosial harus diperbaiki. Agar bantuan sosial menjadi tepat sasaran,” tandasnya.

Ia menambahkan, kuncinya adalah pengisian Aplikasi SIKS-NG sebab didalamnya sudah ada database kemiskinan yang ditetapkan oleh Kementrian Sosial menjadi induk dari data program bansos.

Misalnya kata dia,  Program Keluarga Harapan (PKH) berdasarkan hasil verivikasi setelah perengkingan maka akan diketahui siapa saja yang berhak diberikan PKH, BPNT, Program KIS, KIP dan masih ada program-program lainnya yang mengunakan data DTKS.

Ayub  berharap kepada seluruh operator  bertanggung jawab mengelola data di  desanya masing-masing dengan baik.

“Menggunakan update data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) mulai dari memverifikasi dan memvalidasi data sehingga datanya menjadi lebih akurat.  Dengan validnya data DTKS di desa  maupun kelurahan maka, penyaluran bantuan sosial melalui program maupun kegiatan akan menjadi tepat sasaran,” kata Ayub Ansyar.

Sementara itu TKSK Kasimbar Gupran  pada media ini mengatakan, DTKS merupakan induk dari data  penerima Bansos  yang harus di verivikasi  melalui aplikasi SIKS-NG sebagai basis data terpadu yang menjadi acuan pemerintah pusat. Itulah sebabnya kata dia, Bimtek yang diikuti  18 orang operator dari 18 desa di wilayah Kecamatan Kasimbar dan sembilan operator dari sembilan desa wilayah Kecamatan Toribulu harus benar-benar diseriusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *