OPD Diminta Berikan Data Update dan Akurat untuk Pemetaan IDSD

oleh -22 views
Bappelitbangda Parigi Moutong sosialisasi IDSD (Foto:Humas Pemda Parigi Moutong)

Beritaplano, Parigi Moutong – Bidang Litbang pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar sosialisasi pemetaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kabupaten Parigi Moutong, di kantor Bappalitbangda Rabu (2/9/ 2020). Semua pihak termasuk OPD terkait, diminta bisa memberikan data yang update dan akurat untuk kepentingan pemetaan IDSD.

Kepala Bidang Litbang Bappelitbangda Parigi Moutong Dipan Wiraksa mengatakan,  dalam pemetaan IDSD penting untuk mengisi semua indikator yang diminta. Sebab kata dia, hal itu demi mewujudkan ekosistem inovasi sehingga harus ada kolaborasi dengan unsur teknis lainnya seperti OPD terkait, lembaga Litbang dan Perguruan Tinggi dan juga dunia industri.

“Ada beberapa indikator saling keterkaitan dengan dua lembaga tersebut khususnya di aspek ekosistem inovasi,” kata dia.

Lanjutnya, Pemetaan IDSD perlu diseriusi hal itu terkait dengan Anugerah IPTEK Budhipura Tahun 2020.

Disampaikannya bahwa, terkait IDSD semua pihak terkait bisa mempedomani Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah.

“Disitu secara jelas bagaimana kita antara pemerintah pusat dan daerah mendorong peningkatan inovasi daerah yang secara nomenklatur dikoordinasikan oleh Kemendagri,” jelasnya.

Kemudian kata dia, penting juga memperhatikan PP Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, yang saat ini sedang berlangsung proses lomba inovasi daerah. Tujuannya kata dia, untuk peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat dalam rangka peningkatan daya saing daerah.

Selain itu, Yuliyanti Niimu selaku Kepala Seksi Inovasi dan Teknologi melalui Rapat ferivikasi pemetaan IDSD menyampaikan  bahwa, pengukuran tingkat daya saing suatu daerah merupakan salah satu parameter dalam konsep pembangunan berkelanjutan. Sebab pengukuran IDSD merupakan program strategis Ditjen Penguatan Inovasi Daeràh Kemenristek.

Yuliyanti menambahkan Komponen dalam pemetaan dan pengukuran IDSD meliputi 4 aspek yaitu faktor penguat (enabling environment), sumberdaya manusia (human capit), pasar (market) dan ekosistem inovasi, yang selanjutnya dijabarkan menjadi 12 pilar, 23 dimensi dan 97 indikator.

“Keakuratan dan update data dapat berpengaruh dalam mendongkrak IDSD Kabupaten Parigi Moutong, untuk itu semua perangkat daerah yang memiliki kewenangan terkait data IDSD harus dapat memberikan data yang valid disertai evidence sebagai data pendukung yang harus dipenuhi dalam pemetaan dan pengukuran IDSD tersebut,” tandasnya.

Yuliyanti menjelaskan pemetaan IDSD bertujuan Sebagai sarana informasi dan pembelajaran, mengetahui kondisi faktual dari beberapa indikator dimensi dan pilar, bisa terlihat mana yang lemah dan mana yang baik.

“Tujuannya untuk memberikan rekomendasi ke Bappelitbangda atau unit perencanaan, dalam hal menciptakan kebijakan arah pembangunan daerah kedepan.Namun pemetaan IDSD, belum bisa dibilang sempurna karena masih perlu perbaikan-perbaikan untuk itu setiap tahunnya ada review bahkan yang terbukti yang diciptakan untuk tahun ini ada 97 indikator,” jelasnya.

Yuliyanti menyampaikan proses pengembangan tools pemetaan IDSD dilakukan sejak tahun 2017 yang saat  itu diuji terapan di tiga kabupaten dan 2 kota mewakili Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur dan tahun 2018 dilakukan perbaikan indikator sehingga dapat diterapkan di 82 pemerintah daerah terdiri 12 Provinsi, 54 Kabupaten dan 16 Kota.

“Sedangkan untuk Tahun 2019 sudah dilakukan pemetaan sebagai dasar penilaian  Budipura  dan Adipraja,” pungkasya. (Sumber : Humas Pemda Parigi  Moutong)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *