Mudana : Progres 28 Miliar Dari Sembilan Paket Pekerjaan Sudah Capai 50 Persen

oleh -
Kepala Bidang Binamarga PUPRP Kabupaten Parigi Moutong, Wayan Mudana ST

Laporan : Faradiba

Beritaplano, Parigi Moutong – Progres sembilan paket pekerjaan yang dilelang dengan total anggaran sebesar Rp 28 Miliar oleh Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, tahun 2020 sudah mencapai 50 persen lebih.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPRP Kabupaten Parigi Moutong, Wayan Mudana ST, yang ditemui media ini diruang kerjanya, Rabu (14/10/2020) mengatakan, dari sembilan paket pekerjaan konstruksi yang sudah berjalan, satu paket diantaranya bersumber dari dana hibah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), satu paket bersumber dari Aanggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Parigi Moutong, dan tujuh paket bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kata Mudana, pekerjaan konstruksi yang anggarannya bersumber dari hibah Pemerintah Provinsi Sulteng, yakni pekerjaan pembangunan super struktur jembatan Olobaru-Lemusa di Kecamatan Parigi Selatan senilai Rp 4,4 Miliar lebih.

Sementara untuk pekerjaan konstruksi yang anggarannya senilai Rp 3,9 Miliar lebih bersumber dari APBD Parigi Moutong, yakni pekerjaan peningkatan jalan Siney di Kecamatan Tinombo Selatan, dengan panjang pekerjaan 4 kilometer.

“Perusahaan yang mengerjakan khusus jembatan Olobaru-Lemusa yakni PT. Gerbang Jaya Makmur, sedangkan untuk pekerjaan peningkatan jalan Siney di Kecamatan Tinombo Selatan yakni PT. Kurnia Mulia Mandiri,” ujar Mudana yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sembilan paket pekerjaan tersebut.

Lanjut Mudana, berdasarkan data progres secara umum ke sembilan paket pekerjaan sudah mencapai 56 persen.

“Nilai presentasi itu adalah progres yang kita rata-ratakan, karena ada beberapa paket yang malah sudah mencapai 79 persen,” terang Mudana.

Lanjut Mudana, khusus paket pekerjaan yang seharusnya dilelang oleh Bina Marga ditahun ini ada 11 paket pekerjaan, itu berdasarkan perencanaan diawal tahun. Namun karena adanya refocusing atau pemotongan anggaran DAK untuk penanganan pandemi Covid-19 dari Pemerintah pusat, maka tersisa sembilan paket yang bertahan.

“Kami yakin walaupun ditengah pandemi Covid-19 yang saat ini belum berakhir, namun seluruh pekerjaan akan selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak pekerjaan. Seluruh kontrak pekerjaan akan berakhir di bulan Desember nanti,” tandas Mudana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *