Melalui PKW, LKP Putri Alam Laut Latih Kelompok Mengolah Produk Makanan

oleh -0 views

Reporter : Eli

PLANO, Parigi Moutong – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Putri Alam Laut menggelar program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), bagi kelompok untuk pengolahan produk makanan berbasis bahan pangan hasil perikanan dan pertanian. Pelatihan ini diberikan kepada sejumlah warga yang berdomisili di Kelurahan Masigi dan Desa  Bambalemo.

Program PKW ini adalah salah satu program yang diberikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang tujuannya untuk memberikan pendidikan kecakapan berwirausaha untuk masyarakat, dengan kriteria tertentu seperti warga putus sekolah, warga kurang mampu atau warga yang belum memiliki pekerjaan untuk menunjang ekonomi rumah tangganya.

Ketua LKP Putri Alam Laut, Prijo Nugroho Heru Djatmiko mengatakan, LKP Putri Alam Laut baru pertama kali melaksanakan pelatihan  keterampilan program PKW, naun demikian, tetap optimis mampu mencapai tujuannya yaitu menciptakan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif sehingga menjadi kelompok berdaya yang siap berwirausaha secara mandiri untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi keluarganya.

“Pelatihan ini berorientasi pada pengolahan produk pangan hasil perikanan dan pertanian. Tujuan akhirnya untuk meningkatkan perekonomian keluarga peserta didik dan melalui program yang dipercayakan pada LKP Putri Alam Laut ini, salah satunya akan lapangan pekerjaan karena setelah ini terlahir wirausaha-wirausaha baru,” ujar Djatmiko saat memberikan pengantar pada pembukaan program PKW di LKP Putri Alam Laut, senin (4/11/2019).

Sementara itu, perwakilan dari Balai Pengembangan Paud dan Dikmas Sulawesi Tengah, Sukiman, dalam sambutanya mengatakan, pemerintah pusat melaksanakan memberikan keterampilan kepada masyarakat, tujuan akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sehingga kata dia, lembaga yang sudah dipilih diharapkan bisa menjalankan program tersebut dengan baik sehingga bisa menjadi tepat sasaran, sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Tolong ikuti kegiatan ini dengan baik, dana yang dikucurkan tidak seberapa dibanding dengan animo masyarakat yang ingin mendapatkan keterampilan. Karena ini gratis dan setelah pelatihan akan dibentuk kelompok kemudian diberikan pembinaan agar masyarakat bisa berdaya guna,” ungkapnya.

LKP Putri Alam Laut diharapkan mampu membuktikan pada pemerintah pusat bahwa lembaga yang di Parigi Moutong bisa diandalkan untuk membentuk SDM yang terampil.

“Setelah dilatih nanti ilmunya bisa langsung digunakan, sekarang masuk program pelatihan gratis, kedepanya bisa mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Paud Dikmas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong Nurlina, saat membuka kegiatan mengatakan, saat ini salah satu program unggulan yaitu menciptakan masyarakat yang siap kerja. Itulah sebabnya kata dia, PKW ini menjadi salah satu jembatan untuk membentuk wirausaha sehingga kedepannya mampu menurunkan angka pengangguran.

“Kami di kabupaten membutuhkan bimbingan dari BP Paud Dikmas Sulteng agar melalui lembaga-lembaga yang dibentuk bisa mengurangi kantong-kantong pengangguran,” kata dia.

Nurlina berpesan, agar LKP Putri Alam Laut dapat menjalankan program PKW secara tepat sasaran, tepat kuantitas dan tepat kualitas.

“Kita berpedoman pada Juknisnya, jumlah siswa harus minimal 20 orang per kelompok, umur 16 – 40 tahun berdasarkan KTP, sasaranya mereka yang putus sekolah, yang menganggur atau ekonomi lemah. Kita memiliki 472 KM panjang pinggir pantai tetapi masih sangat sedikit orang mengolah hasil laut menjadi panganan, kita cenderung menjadi masyarakat yang konsumtif,” imbaunya.  

Pantauan media ini, pertemuan tersebut juga dihadiri Kasi Pembinaan Paud, Safriani, peserta pelatihan, instruktur dan sejumlah pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *