Mahamuddin : Memilih Cudy-Ma’mun Suatu Keharusan

oleh -
Koordinator Barisan relawan Cudi-Ma’mun Amir (BARRACUDA) Sulteng, Mahamuddin Ahmad saat acara konsolidasi dan deklarasi Barisan Relawan Rusdy Mastura – Ma’mun Amir, Minggu (20/9/2020).

Laporan : Faradiba

Beritaplano,Sulawesi Tengah– Dukungan dari 13 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah (Sulteng) terus membanjiri terhadap calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir. Tak tanggung-tanggung barisan yang mengatasnamakan BARRACUDA berisi para anak muda menggelorakan deklarasi dukungan memenangkan pasangan Cudy-Ma’mun pada pemilihan serentak tanggal 9 Desember 2020.

“Memilih pemimpin yang terbaik adalah suatu keharusan, pemimpin yang bekerja cepat, pemimpin dengan visi besar pembangunan yang terarah dan realistis itu hanya ada di diri Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir,” ujar Koordinator Barisan relawan Cudy-Ma’mun Amir (BARRACUDA) Sulteng, Mahamuddin Ahmad saat acara konsolidasi dan deklarasi Barisan Relawan  Cudy-Ma’mun Minggu (20/9/2020).

Menurut Maha (sapaan akrabnya), keputusan anak-anak muda Sulteng untuk memilih pasangan Cudy-Ma’mun bukan hanya menentukan masa depan anak-anak muda, tetapi juga ikut menentukan masa depan seluruh rakyat Sulteng.

“Visi Cudy-Ma’mun ini tentunya butuh sokongan dari seluruh rakyat Sulteng, termasuk dalam hal ini anak-anak muda Sulteng, kita semua. Kita adalah penentu arah sejarah Sulteng. Di tangan kita, anak muda, sejarah Sulteng harus kita ukir,” tegas mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Palu tahun 2015-2016.

Sementara, Rusdi Mastura dalam acara tersebut menyampaikan terimakasih kepada seluruh anak muda yang tergabung dalam barisan BARRACUDA Sulteng atas kepercayaan mendukung Cudy-Ma’mun untuk memenangkan dirinya menjadi Gubernur Sulteng 2021-2026.

“Keinginan saya untuk maju bukanlah hasrat pribadi atau keluarga. Keputusan saya untuk maju adalah kehendak rakyat Sulteng,” ujar Cudy di hadapan ribuan peserta relawan BARRACUDA.

Kata Cudy, bukan hal yang mudah ketika memutuskan untuk kembali maju dalam mengikuti sebuah kontestasi pemilihan. Perlu renungan dan diskusi yang mendalam bersama keluarga dan orang terdekat hingga akhirnya ia memantapkan langkah ikhlas mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Saya sebenarnya sudah merasa cukup, akan tetapi ini panggilan jiwa serta dorongan besar dari rakyat Sulteng, sehingga saya harus mengambil keputusan ini,” terang Cudy.

Lanjut Cudy, panggilan dan dorongan dari masyarakat Sulteng ini harus dilaksanakan hingga titik darah penghabisan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *