Longki : Parigi Moutong Penentu Kemenangan Pasangan Hidayat-Bartho

oleh -441 views
Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, Longki Djanggola menyampaikan orasinya di hadapan ratusan pendukung Hidayat-Bartho dalam acara deklarasi koalisi pemenangan di Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (12/9/2020) Foto : Fara

Laporan : Faradiba

Beritaplano, Parigi Moutong – Longki Djanggola Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengatakan, Kabupaten Parigi Moutong merupakan penentu kemenangan pasangan Hidayat Lamakarate dan Bartholomeus Tandigala untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Periode 2020-2024.

Hal tersebut disampaikan Longki Djanggola pada acara deklarasi koalisi pemenangan Hidayat-Bartho (HEBAT), yang digelar di Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (12/9/2020).

“Mengapa Parigi Moutong menjadi penentu pasangan HEBAT? Sebab Daftar Pemilih Tetap (DPT) Parigi Moutong merupakan DPT terbesar di Sulteng, nyaris mendekati 400 ribu pemilih. Maka dari itu saya meminta agar jangan sampai saudara-saudara saya yang ada di Parigi Moutong ini sampai salah pilih,” ujar Longki di hadapan ratusan pendukung pasangan HEBAT.

Longki meminta agar seluruh lapisan masyarakat Parigi Moutong, baik dari masyarakat adat, tokoh agama, pemuda millenial, hingga emak-emak untuk bersatu dan kompak memenangkan pasangan HEBAT untuk membangun Sulteng kedepan.

Longki mengatakan, pasangan dengan tagline HEBAT yang diusung oleh partai Gerindra, PDI-P, PBB, Berkarya, PSI, dan partai Gelora hadir untuk maju ke Pilgub Sulteng bukan tanpa alasan.

“Saya sebagai Gubernur Sulteng yang dimana masa jabatan saya akan segera berakhir pada bulan Juli ini, dalam menentukan sikap kepada pasangan ini bukan asal comot, bukan asal ambil, semua sudah betul-betul dikaji, diperhitungkan dengan baik dan benar-benar, makanya hasil itulah yang kemudian saya jatuhkan pada pasangan HEBAT,” tegas Longki.

Selain itu, kata Longki pasangan HEBAT ini sudah diuji dengan matang. Mulai dari Hidayat Lamakarate yang teruji memimpin Kabupaten Banggai Laut sebagai Bupati sementara selama dua tahun, menjadi pejabat Wali Kota Palu selama satu tahun.

“Begitupun dengan pak Bartho, dia sudah pernah saya uji menjadi Bupati sementara di Kabupaten Morowali. Sehingga, menjadikan seorang pemimpin bukan sesederhana apa yang dipikirkan, harus melewati suatu proses, dan mereka berdua ini (Hidayat-Bartho sudah melewati proses itu,”terang Longki.

Lanjut Longki, pasangan HEBAT memiliki 12 program yang sudah dikonsepkan dirancang dengan matang untuk Sulteng kedepan. Bukan program-program halusinasi.

“Saya meminta kepada pasangan ini bahwa jangan merancang program-program yang halusinasi, kasian nanti masyarakat kita, bicara saja apa adanya, sebab itu yang akan dikerjakan dan dipertanggung jawabkan kedepan dalam memimpin Sulteng,”pintanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *