Lomba photostory, Cara Dikbud Kenalkan dan Lestarikan Budaya di Parimo

oleh -

Reporter : Basrul Idrus

PLANO, Parigi Moutong – Iven lomba photostory  nilai budaya Dan tradisi  yang di gelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong adalah salah satu cara untuk mempromosikan dan melestarikan kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Parigi Moutong.

Lomba yang  diikuti 18 peserta itu, menobatkan Isra Labudi Mardani fotografer asal Parigi sebagai pemenang pertama. Isra mengangkat Tari Mokambu dan berhasil menarik perhatian dewan juri. Pemenang kedua diberikan kepada Wawan Anugerah Borahima yang mengangkat tema tradisi masyarakat Bali, pemenang ketiga Rhoy L Mardani dengan judul karya Vurake Topeule (Balia).Penjurian dilakukan secara terbuka dihotel Grand Mitra kelurahan Masigi (29/10).

Kepala Bidang Kebudayaan Sri Nur Rahma kepada Beritaplano.com mengatakan foto dari hasil lomba ini akan dibuat menjadi majalah sebagai aset, sehingga dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan dan kebudayaan.

“ Ini sebagai upaya kami untuk melestarikan, mengenalkan, memajukan, kebudayaan yang ada di Parigi Moutong,” ungkapnya.

Ia berharap semoga kegiatan ini bisa terus ada setiap tahunnya, sehingga semakin banyak lagi budaya dan tradisi yang dikumpulkan dan bentuk gambar sehingga bisa terpublikasi atau terpromosi dengan baik.

“Kita coba gali dan menambahkan beberapa kategori didalamnya dan untuk teman-teman potografer juga bisa melatih kemampuan dalam mengambil poto juga membuat deskripsi foto sehingga bisa menjadi orang-orang yang profesional di bidangnya,” kata dia.

Dari pantauan Beritaplano.com lomba ini juga memberikan penghargaan kepada pemenang favorite, pemenang favorite satu Arry Mukti Hulopi, pemenang dua Basrul Idrus, pememang tiga Arki Arianggara. Lomba ini menggunakan tiga juri yang berkompeten dibidangnya yaitu, Basri Marsuki, Josua Marundu dan Mohammad Ikbal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *