Lomba Inovasi Daerah, Parigi Moutong Simulasikan Tatanan Normal Baru di Terminal, Rumah Makan, Hotel dan Pasar

oleh -104 views
Lomba Inovasi Daerah, Parigi Moutong Simulasikan Tatanan Normal Baru di Terminal, Rumah Makan, Hotel dan Pasar
Penjagaan dan Pemeriksaan Penumpang di Terminal Toboli. (Foto: Eli Leu)
Liputan : Eli Leu

PLANO, Parigi Moutong– Lomba inovasi daerah Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong simulasikan tatanan normal baru di terminal. Menuju tatanan normal baru atau (New Normal) produktif dan aman Covid- 19 yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Untuk itu, selama dua hari Pemda Parimo mensimulasikan pelaksanaan tatanan normal baru di terminal Toboli, Rumah Makan, Hotel dan Pasar.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan pada Bappelitbangda Dipan Wiraksa yang ditemui dilokasi kegiatan, Jumat (5/6) mengatakan, lomba inovasi daerah dalam rangka menghadapi New Normal akan diikuti semua daerah dari tanggal 1 – 8 Juni 2020, kemudian akan diberikan penilaian juga reward bagi yang mendapatkan nilai tinggi berdasarkan kategori yang ditentukan oleh Mendagri.

Hal ini kata dia, sekaligus melihat kesiapan daerah menghadapi tatatan kehidupan baru yang mulai dibiasakan di masyarakat.

“Ada tujuh klaster yang akan dilombakan. Dua hari ini kita fokus bergerak dalam sektor ekonomi dan jasa, seperti terimanl, rumah makan, hotel sampai dengan pasar. Kita akan melihat bagaimana masyarakat membangun kesadaran baru dalam menghadapi new normal ini. Ada penilaian berdasarkan kategori yaitu kategori provinsi, kategori kabupaten kota dan kategori kabupaten tertinggal,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun media ini, kesiapan mengikuti lomba inovasi daerah dibahas dalam rapat Koordinasi bersama Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda ) Kabupaten Parigi Moutong dan beberapa OPD lainnya yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong H Badrun Nggai SE bertempat di ruang kerja Wabup, Rabu (3/6/20) kemarin.

Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong Zulfinasran dalam paparannya mengatakan, sesuai hasil rapat di Bappelitbangda tanggal 2 Juni 2020 disepakati bahwa konsep yang ditawarkan adalah memahami New Normal. Diantaranya kata dia adalah upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya, dan New Normal adalah kebijakan baru setelah Stay At Home, Work From Home atau pembatasan sosial yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran masif wabah virus Corona.

“New Normal ditujukan agar Negara tetap mampu menjalankan fungsi fungsinya sesuai dengan konstitusi. Perlu diingat bahwa pemasukan negara berasal dari pajak dan penerima negara lainnya. Jika aktivitas ekonomi terus berhenti total maka negara tidak punya pemasukan dan akibatnya negara juga tidak bisa mengurus rakyat itu sendiri,” kata Zulfinasran.

Zulfinasran menandaskan, aktvitas publik tetap dijalankan sebagaimna biasanya dengan syarat tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Tujuh sektor yang ditawarkan oleh Menteri Dalam Negeri dominan adalah perdagangan dan jasa. 7 Sektor itu adalah Pasar Tradisonal, Pasar Modern, Swalayan, PTSP, Objek Wisata, Restoran/Rumah Makan/Hotel dan Transportasi,” bebernya.

Diketahui, semua OPD teknis terlibat langsung pada lomba Inovasi Daerah diantaranya  Bappelitbangda, Dinas Kesehatan dan Puskesmas, TNI, Polres Parigi Moutong, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bapenda, Pemerintah Kecamatan,  dan beberapa instansi pendukung lainnya juga organisasi masyarakat. Pantauan media ini, kegiatan di Terminal Toboli juga dipantau oleh anggota DPRD Parigi Moutong Wawan Setiawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *