Lantik 42 Kades, Wabup Parimo Warning Kades Dilantik Jangan Bermain “Api”

oleh -4 views

Reporter : Faradiba

PLANO, Parigi Moutong – Bertempat di Aula Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Sausu, Selasa (1/10/2019) Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai, SE melantik dan mengambil sumpah jabatan 40 Kepala Desa (Kades) dan dua Kades Pergantian antar Waktu (PAW) yang berada di wilayah Kecamatan Kasimbar hingga Kecamatan Sausu.

Usai pelantikan, dalam sambutannya Wabup menghimbau agar seluruh Kades jangan coba-coba menyelewengkan Dana Desa (DD).

“Siapa yang berani bermain api maka dipastikan terbakar dan akan berurusan dengan penegak hukum,” tegas Badrun dalam sambutannya.

Kata Badrun, Kades merupakan tongkat estafet perpanjangan tangan Pemerintah kabupaten dalam melaksanakan pembangunan di desa.

“Sehingga bagi para Kades yang telah dilantik ini kiranya dapat menjaga sinergitas dan kerjasama yang baik dengan masyarakat sehingga pembangunan pemerintah dapat berjalan dengan baik di Desa,” ujar Badrun.

Dalam sambutannya, Badrun juga meminta kepada para istri Kades agar supaya mengingatkan suaminya terkait pengelola Dana Desa (DD). Para istri diharapkan bisa mengawasi suaminya, mengingatkan, sehingga sang suami (kades-red) tidak tergelincir ke hal-hal yang tidak diinginkan. 

“Saya minta tolong kepada para istri awasi suaminya,”tegas Badrun usai melantik 40 Kades terpilih di 2019-2025.

Terkait dengan pengelolaan DD, Badrun berharap para kades terpilih harus belajar, membaca aturan, bertanya serta adanya transparansi soal anggaran. Kemudian berhati-hatilah kelola dana desa.

Jangan memilih jabatan kades hanya karena tergiur dengan DD miliaran dari pemerintah pusat serta adanya kepentingan. Jangan sampai terjadi penegakan hukum akibatnya menjadi tersangka. “Jangan kecewakan masyarakat,”tegasnya. 

Amanah yang dibebankan kepada kades kiranya dapat dijaga dengan baik, melaksanakan tugas penuh keikhlasan kesabaran. Sebab kades adalah tongkat estafet, perpajangan tangan Pemkab Parimo. 

Ia menambahkan, kedepannya mereka akan turun bersama inspektorat ke desa-desa, jangan sampai terjadi penyelewangan. Apabila ditemukan kades sebagai pengguna anggaran harus bertanggung jawab. 

“Kades harus mengembalikan. Saya harap kepada kepala desa transparan dalam mengelola anggaran, ikuti aturan. Karena dana desa diawasi kejaksaan, kepolisian,”tegasnya.

Sekadar diketahui ke 40 kades yang dilantik mulai dari Kasimbar Barat, Kecamatan Kasimbar sampai di Desa Sausu Gandasari, Kecamatan Sausu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *