KPAI Temukan Banyak Klaster Covid Sekolah di Sumatera Barat

oleh -
Foto : Istimewa

Berita Nasional – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendapati sejumlah sekolah di Sumatera Barat melaporkan kasus penularan virus corona (Covid-19) setelah pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan kembali.
Tak hanya siswa, guru dan keluarga siswa yang bersangkutan turut tertular virus corona di beberapa sekolah.

“Diantaranya, SMAN 2 Kota Padang sudah melakukan PTM terbatas sejak Januari 2021 dan pada akhir Februari sampai minggu ketiga April 2021, tercatat pasien Covid-19 ada 10 orang. Terdiri dari dua siswa kelas XII dan delapan guru dan keluarganya,” kata Komisioner KPAI Retno Listyarti melalui keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/4).

Meskipun didapati banyak kasus Covid-19, namun hingga hari ini Retno mengatakan SMAN 2 Kota Padang masih dibuka dan melaksanakan PTM. Padahal, pemerintah mewajibkan sekolah ditutup sementara jika ada penularan Covid-19 di lingkungan sekolah akibat PTM.

Kemudian penularan juga terjadi di SMAN 1 Sumatera Barat yang merupakan sekolah berasrama. Retno mengatakan terdapat 61 siswa yang terkonfirmasi Covid-19 di sekolah itu dan menjalani isolasi mandiri di asrama.

Selanjutnya Pesantren Ar-Risalah Kota Padang di mana ada 122 siswa dan 3 guru/tenaga kependidikan positif Covid-19. Menurut catatan Retno, mayoritas siswa yang tertular merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Retno juga menemukan penularan Covid-19 di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Baso Agam. Sebanyak 25 orang warga kampus terkonfirmasi positif Covid-19.

Dengan kondisi seperti ini, Retno menilai dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota di Sumatera Barat perlu melakukan evaluasi pelaksanaan PTM. Ia juga menyoroti positivity rate yang tergolong tinggi di provinsi itu.

“Positivity rate covid-19 di Sumatera Barat menyentuh rektor baru, yakni 17,6 persen. Angka itu tercatat berdasarkan hasil tes pada Selasa 20 April 2021,” ucap Retno.

Selain itu, ia mengatakan situasi bulan Ramadhan juga memunculkan kekhawatiran banyak pihak. Khususnya bagi siswa yang mengikuti kegiatan pesantren Ramadhan. Retno pun meminta Dinas Pendidikan Sumatera Barat agar melarang kegiatan pesantren Ramadan atau buka puasa bersama di sekolah.

Retno mengatakan sepanjang tahun 2020 sampai April 2021, KPAI melakukan pengawasan langsung terkait persiapan uji coba PTM di 56 sekolah. Belakangan, KPAI menilai mayoritas sekolah sudah siap dibuka.

Retno menyoroti sejumlah provinsi yang menjalankan uji coba PTM dengan baik. Misalnya Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Jawa Tengah hanya melakukan uji coba lima sekolah per kabupaten/kota, dengan jumlah siswa yang mengikuti PTM hanya 20 persen dari kapasitas maksimal. Jawa Tengah dinilai melakukan PTM dengan hati-hati.

DKI Jakarta, kata Retno, membuka 85 dari 11 ribu sekolah dalam uji coba PTM. Selama masa uji coba, pemerintah provinsi membuka kanal pengaduan untuk mendapat masukan dari masyarakat.

Berkaca pada penerapan PTM tersebut, Retno menyatakan pemerintah lebih baik menerapkan April-Juni 2021 sebagai waktu persiapan dan uji coba PTM. Dengan begitu ketika dibuka serentak pada Juli, sekolah sudah siap.

“Karena belajar dari pengalaman negara-negara yang buka sekolah dan tidak tutup kembali, kuncinya adalah pada kesiapan. Baik kesiapan sekolah, orang tua, maupun siswa dengan dukungan penuh daerah,” lanjut Retno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.