Kemendikbudristek Dorong Mahasiswa Jajaki Pembelajaran di Luar Kampus

oleh -
Kemendikbudristek Dorong Mahasiswa Jajaki Pembelajaran di Luar Kampus

Berita Pendidikan – Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, Nizam mengatakan dalam konteks perguruan tinggi di Indonesia, salah satu fokus adalah mendorong mahasiswa untuk mengalami pembelajaran dan mendapatkan pengetahuan serta keterampilan di luar kampus mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas lulusan, dosen dan kurikulum.

Dengan pengalaman belajar di luar kampus masing-masing melalui program seperti magang, melakukan kuliah kerja nyata di wilayah pedesaan, mengajar di sekolah-sekolah, melakukan riset, mengambil kursus-kursus mikrokredensial bersertifikat, serta berpartisipasi dalam program pertukaran mahasiswa atau mobilitas mahasiswa di dalam dan luar negeri, harapannya mahasiswa kita akan lebih siap untuk terjun ke dunia nyata setelah mereka lulus.

“Mahasiswa dapat mengejar mimpi dan minat mereka melalui berbagai kuliah, mendapatkan pengetahuan dari perguruan tinggi terkemuka di dunia, mengembangkan kemahiran lintas budaya, mengembangkan jejaring internasional, serta mempersiapkan diri untuk dunia kerja dan pekerjaan yang mungkin belum diciptakan di masa depan,” jelas Nizam.

Sejalan dengan Mendikbudristek, Dirjen Dikti juga berharap program IISMA ini dapat memperkuat dan membuka kerjasama internasional antara perguruan tinggi di Indonesia dengan mitranya di luar negeri. Dengan demikian, akan terjadi transformasi pendidikan tinggi Indonesia ke arah yang lebih baik.

Tantangan lain dalam transformasi pendidikan tinggi Indonesia adalah desain kurikulum dan pengakuan kredit untuk kegiatan di luar kampus, ketersediaan dosen pendamping, program dan pendanaan. Oleh karena itu, kerja sama yang dikembangkan dalam menjalankan inisiatif baru yakni Beasiswa Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia ini, menjadi semakin penting.

“Dalam hal kualitas, kurikulum juga perlu ditingkatkan melalui program studi berstandar internasional, pembelajaran kolaboratif dan partisipatif, serta kerja sama dengan perguruan tinggi kelas dunia. Solusi kita adalah menyediakan pendanaan melalui berbagai skema, kebijakan pengakuan kredit, dan pengakuan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka sebagai bagian dari kinerja dosen,” ucap Nizam.

Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso menyampaikan bahwa IISMA adalah sebuah terobosan yang baik. Dukungan dari LPDP untuk program ini meliputi hampir semua pembiayaan yang dibutuhkan mahasiswa untuk belajar di luar negeri. Selebihnya, mahasiswa hanya perlu berusaha gigih agar lolos seleksi sehingga bisa  diterima di program ini.

“Selain uang pendaftaran dan SPP yang akan diberikan langsung ke perguruan tinggi mitra, kami juga menyediakan biaya perjalanan PP kelas ekonomi dari kota asal ke kota tujuan belajar, biaya hidup bulanan di negara tujuan sesuai ketentuan LPDP, serta asuransi kesehatan selama mengikuti program, termasuk juga biaya untuk tes PCR terkait pemeriksaan Covid-19 sebelum berangkat ke negara tujuan dan saat kembali ke Indonesia, kemudian juga biaya penerbitan visa, dan pendanaan atas keadaan darurat (yang mungkin terjadi) secara kolektif,” terangnya.

Dwi Larso menyebutkan bahwa tahun ini pihaknya memberikan kesempatan kepada 1.000 mahasiswa terbaik untuk belajar di universitas top dunia. “Ini adalah kesempatan emas, maka kami mendorong agar mahasiswa sekalian bisa antusias memanfaatkannya untuk mendapat pembelajaran terbaik dan berjejaring di tingkat global. Kami akan dukung putra-putri bangsa untuk mendapat pengalaman di luar negeri,” tekannya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti, Kemendikbudristek, Aris Junaidi, menyampaikan bahwa saat ini perguruan tinggi asing yang berpartisipasi dalam IISMA sudah mengirimkan proposal, ketentuan protokol kesehatan, dan syarat lainnya yang harus dipenuhi mahasiswa sebelum berangkat.

“Sudah banyak perguruan tinggi top dunia yang siap menerima mahasiswa kita, seperti Inggris Raya, Amerika Serikat, Singapura, Kanada, Malaysia, Korea Selatan. Sementara untuk Australia dan Selandia Baru belum bisa karena masih dalam situasi lockdown,” terang Aris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.