Kemendikbudristek Buka Seri Perdana Bimtek Pengajaran BIPA di Luar Negeri

oleh -
Kemendikbudristek Buka Seri Perdana Bimtek Pengajaran BIPA di Luar Negeri

Berita Pendidikan – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) membuka seri perdana Bimbingan Teknis Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dengan sasaran khusus pengajar BIPA di luar negeri secara berseri berdasarkan kawasan regional. Pada seri perdana, bimtek ini dilaksanakan secara daring bagi pengajar BIPA di wilayah Eropa, yaitu Inggris, Swiss, Spanyol, Jerman, dan Turki. Kegiatan ini secara umum bertujuan memperluas dan memperkuat jejaring pengajar BIPA, baik di dalam maupun luar negeri serta secara khusus bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional para pengajar BIPA.

“Bimtek ini adalah bagian dari janji kami dalam program internasionalisasi bahasa Indonesia melalui pengajaran BIPA karena kami tahu bahwa program ini sudah dinantikan oleh para guru (pengajar BIPA). Selain itu, peran guru sangat fundamental untuk menjamin keberlangsungan pengajaran BIPA karena ketika guru tidak cakap dalam mengajar maka muridnya akan merasa tidak nyaman dan akhirnya tidak melanjutkan,” ungkap Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz dalam sambutannya secara daring pada Rabu (19/5).

Ia menambahkan bahwa meskipun bimtek tersebut dilakukan secara daring, materi yang akan disampaikan oleh para narasumber tetap materi standar pengajaran BIPA, bahkan diperbarui dengan menambahkan materi tentang sastra Indonesia.

“Saya mengharapkan para peserta bimtek akan memperoleh pengayaan bahan yang bermanfaat sehingga pada saatnya nanti mereka bisa menyampaikan materi yang lebih otentik, misalnya dalam bentuk karya sastra, seperti puisi atau cerpen. Dan kita percaya bahwa narasumber yang dihadirkan adalah mereka yang memiliki kompetensi dalam pengajaran BIPA yang ideal melalui kombinasi akademisi, praktisi BIPA, dan sastrawan,” ujar Aminudin.

Menurut Aminudin, dalam pelaksanaan bimtek pengajaran BIPA sebelumnya, materi yang disampaikan sebatas hal-hal yang bersifat praktis, misalnya tentang kuliner, kesenian, atau pakaian adat. Sedangkan untuk materi tentang sastra tidak diprioritaskan. Untuk itu, pada bimtek kali ini para pengajar dibekali dengan pengetahuan dan wawasan sastra agar kompetensinya tidak hanya baik dalam berbahasa Indonesia, tetapi juga baik dalam bersastra Indonesia.

Pada akhir sambutannya, Aminudin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung bimtek seri perdana ini, khususnya kepada perwakilan Republik Indonesia di kelima negara Eropa yang terlibat.

“Kami berterima kasih kepada KBRI London, KBRI Bern, KBRI Madrid, KBRI Berlin, dan KJRI Istanbul  yang sudah memfasilitasi bimtek ini sebagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan karena ketika suatu program akan bertahan, maka itu akan menjadi legasi bahwa kita sudah membuat program yang bagus untuk diteruskan oleh para perwakilan kita,” tutur Aminudin.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia melaporkan bahwa kegiatan ini secara keseluruhan akan dilaksanakan secara daring pada 19—21 Mei 2021 pada pukul 13.00—18.30 WIB setiap harinya. Narasumber kegiatan ini terdiri atas pakar dan praktisi pengajaran BIPA, pakar bahasa, dan pakar sastra yang akan menyampaikan materi yang berkaitan dengan metodologi pengajaran BIPA, tata bahasa Indonesia dalam pengajaran BIPA, dan sastra Indonesia dalam pengajaran BIPA.

Lebih lanjut, Dora mengatakan bahwa bimtek seri perdana ini diikuti oleh 44 peserta dari lima negara di Eropa dengan perincian, Inggris (13 peserta), Jerman (18 peserta), Spanyol (2 peserta), Swiss (4 peserta), dan Turki (3 orang). Dan untuk seri selanjutnya, bimtek bagi pengajar lokal BIPA di Papua Nugini akan dilaksanakan pada tanggal 24—26 Mei 2021.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperluas dan memperkuat jejaring BIPA di seluruh negara dan keberadaan Badan Bahasa dapat dirasakan manfaatnya oleh pemangku kepentingan yang lebih luas,” pungkas Dora.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.