Kelayakan Daya Dukung Tanah Lokasi Pembangunan Jembatan Cabang Tiga Bolano Lambunu Sudah Diuji

oleh -
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPRP Parigi Moutong, Wayan Mudana

Parigi Moutong – Sebagai langkah awal pelaksanaan pekerjaan  pembangunan jembatan cabang tiga di Desa Margapura Kecamatan Bolano Lambunu, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong sudah lakukan uji kelayakan daya dukung tanah yang akan menjadi lokasi pembangunan jembatan tersebut.

Melansir pu-parigimoutong.com, Agung Wibowo ST selaku kepala UPTD Laboratorium mengatakan, pengujian struktur tanah tersebut menggunakan alat sondir.

“Supaya nanti dari hasil data yang ada itu diketahui berapa kedalaman tanah yang dicapai dengan tekanan perdua ratus kilogram persentimeter persegi,” ujar Agung saat mengawal timnya melakukan pengujian di lokasi pembangunan jembatan.

Sementara itu, Wayan Mudana ST yang menjabat kepala bidang Bina Marga DPUPRP Parigi Moutong juga menjelaskan hal yang sama. Ia bilang data hasil pengujian yang dilakukan akan menjadi penentu jenis pondasi yang akan dibangun.

“Rencana pembangunan jembatan cabang tiga itu untuk mengetahui daya dukung tanah supaya diketahui jenis pondasi yang akan digunakan untuk penyanggah jembatan. Apakah sumuran atau tiang pancang,” kata Mudana

Mudana juga menjelaskan mengenai lokasi pembangunan baru jembatan tersebut yang berbeda dari lokasi jembatan lama.

“Mengapa jembatan dibangun di lokasi sebelah? Mengingat abutmen yang ada sekarang itu ukurannya untuk jembatan belly, sedangkan tipe jembatan yang akan kita bangun ke depan itu menggunakan girder baja. Jadi kebutuhan abutmen lebih besar. Ditambah lagi pir tengah jembatan lama itu sudah rapuh, tidak memungkinkan untuk dipasang girder,” Terangnya.

Untuk jembatan cabang 3 yang lama kata Mudana, akan dilakukan penggantian eksistingnya, mengingat yang digunakan sekarang adalah batang kelapa yang tidak bisa bertahan lama, maka dari itu kata Mudana pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan agar nantinya bisa diganti dengan kayu yang lebih kuat.

“Untuk jembatan lama kita akan lakukan penggantian, yang sekarang eksistingnya dari swadaya masyarakat yang menggunakan bahan batang kelapa. Kita akan ganti dengan kayu kelas satu sehingga bisa tahan lama. Kita tau disini kendaraan yang lewat cukup padat, kalauhanya batang kelapa itu mudah lapuk,” jelas Mudana.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *