Menu

Mode Gelap

Hukrim · 6 Jan 2022

Kekerasan Seksual Dicegah dengan Strategi Tepat


 Kekerasan Seksual Dicegah dengan Strategi Tepat Perbesar

PARIMO – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, memaparkan strategi pencegahan kekerasan seksual di Lembaga Pendidikan Agama (LPA), khususnya di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes).

banner DiDisdik

“Kami juga mengikuti perkembangan soal pemberitan kekerasan seksual yang terjadi dibeberapa daerah, khususnya di lingkup pesantren. Hal itu sanggat disayangkan terjadi,” ungkap Kepala Seksi Pendidikan Islam, Kemenag Parimo, Saehan. H. Marilau, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/1).

Dia menilai, jika meneliti secara jauh dengan melihat profil pondok pesantren yang tersandung kasus kekerasan seksual, peristiwa itu terjadi karena diluar pengawasan kantor Kemenag setempat. Salah satunya, berkaitan dengan izin oprasional.

Kemenag Parimo kata dia, berkerjasama dengan beberapa pihak dalam melakukan pengawasan, di antaranya, kepolisian dan TNI.

“Jika ada pondok pesantren yang dicurigai kami akan melakukan pemantauan dan menindaklanjuti,” tegasnya.

banner Dinas Kesehatan

Dia mengimbau, LPA untuk segera melakukan pengajuan permohonan izin operasionalnya, sesuai prosedur yang telah ditetapkan Kemenag, dan akan ditindaklanjuti dengan proses verifikasi kelayakan.

“Kami berharap jika ada pondok pesantren yang belum terdaftar, silahkan melakukan pengajuan ke Kemenag. Sehinnga kami bisa melakukan pengawasan secara berkala,” jelasnya.

Menurutnya, total pondok pesantren di Parimo yang sudah terdaftar dan terverifikasi oleh Kemenag, sebanyak 17 lembaga.

“Kami menjamin tidak ada hal-hal yang menyimpang, sebab kami terus melakukan pegawasan dan pembinaan secara berkala terhadap pondok pesantren di Parimo,” ungkapnya.

Pada masa pendemi ini, pondok pesantren satu-satunya satuan Pendidikan yang  masih tetap melangsungkan pembelajaran tatap muka, karena meraka berada dalam satu lingkungan dan diawasi serta tetap menjalankan prosedur protokol kesehatan.

“Kami berharap kita semua bisa bekerjasama melakukan pengawasan, karena bisa dikatakan saat ini nama baik pondok pesantren lagi tercemar, oleh oknum yang tidak bertangung jawab,” pungkasnya. (SB)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Mencengangkan, Sekelas BKPSDM Parimo Akui Keliru Terbitkan Tanggal SK Pemberhentian Pejabat Eselon 2

17 Februari 2023 - 00:14

Pejabat Eselon 2 Yang Dinonaktifkan, Pidanakan Bupati  Parigi Moutong

16 Februari 2023 - 17:48

Disdukcapil Parimo Sasar Siswa Rekam KTP

13 Februari 2023 - 21:15

Indonesia Siapkan Bantuan Uang Tunai Masing-Masing 1 Juta Dolar AS untuk Turki dan Suriah

11 Februari 2023 - 13:47

KTT G20, Jokowi: Kita Perlu WHO Yang Kuat dan Bertaring

15 November 2022 - 16:07

Urai Kemacetan Pantura, Tol Semarang-Demak Seksi II Siap Dibuka

14 November 2022 - 17:24

Trending di Pemerintahan