Kajari Parigi Bantah Pengungkapan Kasus Korupsi Pesanan Kelompok Tertentu

oleh -
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi Moutong, Muhamat Fahrorozi, SH MH (Foto : Istimewa)

Laporan : Faradiba

Beritaplano, Parigi Moutong – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Muhamat Fahrorozi, SH MH membantah dengan keras adanya klaim dari kelompok-kelompok tertentu yang merasa turut andil dalam penanganan dan pengungkapan kasus korupsi di tubuh Kejaksaan Negeri Parigi Moutong.

“Dalam penanganan perkara hingga pengungkapan kasus yang telah atau pun yang tengah berlangsung di wilayah kerja Kejaksaan Negeri Parigi adalah murni dari pengungkapan fakta-fakta hukum perkara,”ujar Fahrorozi saat menggelar konferensi pers bertempat di Kejaksaan Negeri Parigi, Rabu (23/9/2020).

Fahrorozi yang didampingi, Kacabjari Kecamatan Tinombo Dwi Eko Raharjo, Kasi Pidsus Mohamad Tang dan Kasi Intel Muhammad Rifaizal, mempertegas bahwa tidak ada atensi atau pesanan dari pihak luar kejaksaan dalam pengungkapan sejumlah kasus yang menetapkan beberapa tersangka.

“Hal ini menjawab klaim dari kelompok-kelompok tertentu yang merasa turut andil dalam pengungkapan kasus di kejaksaan,” tegasnya.

Selain itu Fahrorozi juga menyampaikan penanganan perkara tidak ada hubungannya dengan konstalasi politik saat ini.

Ditambahkannya, dalam setiap proses penyelidikan hingga pada tahap penyidikan penanganan perkara tidak ada istilah nota pesanan atau atensi dari kelompok-kelompok tertentu. Dalam hukum yang ada hanya alat bukti yang ditemukan penyidik, keterangan saksi dan beberapa hal lagi lainnya.

“Jadi, kami tegaskan bahwa kejaksaan tidak bekerja atas pesanan pihak tertentu, kami bekerja sesuai fakta-fakta hukum,”tutupnya.

Diketahui, Fahrorozi yang belum genap enam bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Parigi ini telah mengungkap sederet kasus korupsi yang melibatkan pejabat “teras” di lingkup Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

Bahkan, tak tanggung-tanggung setelah menetapkan HL sebagai tersangka yang saat ini masih duduk sebagai ASN dan menahkodai Dinas Komunikasi dan Informartika, Fahrorozi lagi menyeret dan menetapkan nama SS sebagai tersangka.

Padahal SS yang diketahui selain menduduki jabatan strategis di lembaga DPRD Kabupaten Parigi Moutong saat ini, SS juga menduduki jabatan sebagai ketua DPC partai besutan Megawati Sukarno Putri di Kabupaten Parigi Moutong.  Deretan jabatan itu tidak lantas membuat Fahrorozi gentar akan pengungkapan kasus korupsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *