Kabid Kebudayaan, Sri : Kami Masih Kaji Regulasi, Berharap Album Daerah Dikomersilkan untuk PAD

oleh -
Foto : Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Parigi Moutong, Sri Nur Rahma

Liputan: Zahra Syafira

Parigi Moutong– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DISDIKBUD) Parigi Moutong sudah meluncurkan album daerah tahun 2020 kemarin yang bertema ‘Parimo Dalam Nada dan Budaya’. Saat ini pihaknya tengah mengkaji dan melakukan konsultasi, apakah album tersebut nantinya bisa dikomersilkan untuk menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumbangsih pelaku seni.

“Album Parimo Dalam Nada Budaya berisi 8 lagu. Ada bahasa Kaili, Tialo, Tajio dan Lauje. Album ini adalah cara kita mau mengembangkan bahasa daerah untuk kemajuan kebudayaan,” jelas Kepala Bidang Kebudayaan Sri Nur Rahma, S.Sos, M.Si kepada Beritaplano.com saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (9/2/2021).

Sri mengatakan proses pembuatan album tersebut selesai di bulan Desember tahun kemarin, bertepatan dengan adanya lonjakan kasus COVID-19 di parimo. Karena hal tersebut, peluncuran album itu hanya dirayakan secara sederhana.

“Launching album hanya ditingkat kita saja, teman-teman yang ada di sanggar seni termasuk sanggar-sanggar sekolah. Karena sasaran dari album ini memang anak-anak sekolah atau anak muda agar mereka lebih mencintai bahasa ibunya,” bebernya.

Sri menambahkan, Disdikbud merasa cukup berhasil karena anak-anak muda saat ini sudah banyak yang mengetahui dan menyanyikan lagu-lagu dalam album tersebut.

“Bersyukurnya kita, walaupun sebagian dari mereka tidak tahu artinya tapi banyak yang suka dan mulai menyanyikan. Itu menggambarkan bahwa pendekatan untuk pengenalan bahasa daerah berhasil dilakukan melalui lagu,” ujarnya.

Lebih lanjut tahun ini harapan Sri album tersebut bisa diproduksi oleh Pemerintah Daerah. Karena ada beberapa saran untuk album ini dikomersilkan sehingga bisa saja album tersebut menjadi penyumbang untuk PAD.

Untuk memenuhi itu, Sri mengaku saat ini Bidangnya sedang mengkaji terkait regulasinya, seperti proses untuk membuat Hak Cipta lagu agar saat lagu-lagu itu dinyanyikan ataupun menjadi komersil tidak ada permasalahan dikemudian hari.

“Kami berharap agar album daerah tersebut suatu saat nanti bisa dilaunching secara besar-besaran agar masyarakat luas bisa mendengar album ini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.