Efendi Batjo : Investasi Tambak Udang di Parimo Sangat Potensial

oleh -26 views
Foto : Tambak Udang (Istimewa)

Laporan : Faradiba

Beritaplano, Parigi Moutong – Peluang investasi khususnya tambak udang di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sangat potensial. Hal tersebut seiring dengan diberikannya kewenangan Pemerintah Parimo untuk menerbitkan izin usaha budidaya perikanan oleh Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kewenangan dari Kementerian terkait hanya diberikan untuk penerbitan izin usaha tambak udang tradisional. Sementara untuk teknologi super intensif merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulteng,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Parimo, Efendi Batjo yang ditemui media ini diruang kerjanya, Rabu (3/6/2020).

Menurut Efendi, dengan diberikannya akses penerbitan izin tersebut maka Pemkab Parimo menjamin para pihak investor dalam hal kepengurusan izin tambak dipastikan akan lebih mudah dan cepat.

Saat ini kata Efendi, luas lahan tambak udang potensial di Parimo ada kurang lebih sekitar 10.816 hektare dan yang terkelola seluas 7.189 hektare dengan rata-rata produksi per tahun mencapai 4.885 ton khusus sistem budidaya tambak tradisional.

“Saya selaku Kepala Dinas Perikanan menilai sektor perikanan di Parimo sangat membantu serta berkontribusi menyumbang pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya komoditas udang vaname yang saat ini sedang gencar di budidaya oleh petambak. Saat ini harga jualnya cukup tinggi, walaupun di tengah COVID-19 itu tidak mempengaruhi Ekspor Udang Vaname, sebab harga di pasar tradisional masih cukup stabil,” Jelas Efendi.

Lanjut Efendy, untuk meningkatkan animo pihak investor berinvestasi di Parimo, hal yang paling utama pihaknya melakukan pemetaan lahan yang masuk dalam zona pengembangan kawasan budidaya sesuai yang ditetapkan dalam tata ruang.

“Karena lahan-lahan yang dapat digunakan untuk pengembangan budidaya perikanan letaknya harus jelas, sehingga kita lebih mudah mengajak investor untuk bekerja sama.” Kata Efendi.

Sejauh ini menurutnya, Kabupaten Parimo baru menggandeng dua perusahaan yang mengembangkan budidaya udang dengan menggunakan teknologi intensif dengan luas lahan masing-masing di kelolah PT Esaputli Pratama di Desa Tomoli Kecamatan Toribulu sekitar 16,5 hektare, dan PT Aquacultera Prima di Desa Sijoli Kecamatan Moutong seluas 250 hektare.

“Teknologi intensif yang sedang dikembangkan dua perusahaan itu diprediksi mampu memproduksi 25 hingga 30 ton per siklus panen.”Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *