Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 8 Apr 2021

Dukung Program Stunting, DP3AP2KB Akan Sosialisasi di 36 Desa

  Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Nurdiani Musdin SKM  Perbesar

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Nurdiani Musdin SKM

Liputan: Zahra Syafira

Parigi Moutong– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut mendukung program penanganan stunting yang dimotori Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPELITBANGDA).

banner DiDisdik

Tahun ini DP3AP2KB melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana akan melakukan sosialisasi untuk keluarga di 36 desa yang terkategori masuk wilayah penanganan stunting.

“Kita akan sosialisasikan ke desa-desa terkait pentingnya pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, pola asuh, dan hal-hal yang berkaitan dengan cara mencegah terjadinya stunting pada anak. Sosialisasi semacam itu yang akan terus dilakukan untuk mendukung program stunting,” jelas Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hj. Nurdiani Musdin SKM pada Beritaplano.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/4/2021).

Nurdiani mengatakan, terkait pelaksanaan sosialisasi tersebut pihaknya menerima dukungan anggaran dari Dana Insentif Daerah (DID) melalui Bappelitbangda.

“Kita terima anggaran sebesar 100 juta dari DID untuk program ini. Anggaranya melalui Bapelitbangda,” ungkapnya.

banner Dinas Kesehatan

Lanjut ia, di Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana yang dipimpinya saat ini memprogramkan beberapa kegiatan yang dinilai prioritas. Selain stunting juga layanan KB seperti pembangian alat kontrasepsi.

“Saat ini satu kegiatan sudah selesai kita laksanakan yaitu mendistribusikan alat kontrasepsi atau fasilitas kesehatan pada puskesmas di 23 kecamatan yang ada di wilayah Parimo. Untuk kegiatan ini dilakukan empat kali dalam setahun, per Triwulan ya. Kita sudah selesesaikan untuk yang TW pertama,” jelasnya.

Sebab kata ia, alat kontrasepsi ini menjadi salah satu kebutuhan keluarga sehingga tidak boleh kosong di Puskesmas.

Diketahui, program penenanganan stunting merupakan prioritas nasional. Parigi Moutong telah menjadi daerah sasaran program yang disebut berhasil menekan angka stunting secara siginifikan. Saat ini program stunting di Parigi Moutong sudah memasuki tahap analisis situasi dan sudah dilakukan penandatanganan perjanjian komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mensukseskan program pengentasan stunting.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Mencengangkan, Sekelas BKPSDM Parimo Akui Keliru Terbitkan Tanggal SK Pemberhentian Pejabat Eselon 2

17 Februari 2023 - 00:14

Pejabat Eselon 2 Yang Dinonaktifkan, Pidanakan Bupati  Parigi Moutong

16 Februari 2023 - 17:48

Disdukcapil Parimo Sasar Siswa Rekam KTP

13 Februari 2023 - 21:15

Indonesia Siapkan Bantuan Uang Tunai Masing-Masing 1 Juta Dolar AS untuk Turki dan Suriah

11 Februari 2023 - 13:47

KTT G20, Jokowi: Kita Perlu WHO Yang Kuat dan Bertaring

15 November 2022 - 16:07

Urai Kemacetan Pantura, Tol Semarang-Demak Seksi II Siap Dibuka

14 November 2022 - 17:24

Trending di Pemerintahan