Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 2 Feb 2022

DLH Parimo Bahas UKL-UPL Tambak Udang


 DLH Parimo Bahas UKL-UPL Tambak Udang Perbesar

PARIGI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, membahas penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) untuk kegiatan tambak udang supra intensif seluas 17 hektare.

banner DiDisdik

“Usaha tambang udang supra intensif ini akan dilakukan di Desa Buranga Kecamatan Ampibabo. Pemerkasa usahanya adalah H. Karman Karim, dan pemeriksaan dokumennya telah selesai dilakukan,” ungkap Kepala Bidang Penaatan dan Penataan, DLH Parimo, Muhammad Idrus, saat ditemui di Parigi, Rabu (2/2).

Dia menjelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 22 Tahun 2021, tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dokumen lingkungan yang telah disusun oleh pihak pengusaha harus dibahas oleh DLH lebih dahulu.
Kemudian, setelah itu pihaknya akan mengeluarkan persetujuan, untuk menuju pengurusan izin di Dinas Penenaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Parimo.

“Pembahasan telah dilakukan dan ada juga masukan-masukan. Kita tinggal menunggu beberapa hari ke depan, untuk memperbaiki dokumennya,” kata dia.

Dia mengatakan, sebelum tahapan pembahasan dokumen lingkungan dilakukan oleh pihaknya, harus didahului dengan rekomendasi Dinas PUPRP melalui bidang tata ruang, berkaitan dengan kelayakan ruang sesuai RTRW.

banner Dinas Kesehatan

Selain itu, dalam dokumen lingkungan tersebut pihak pengusaha juga harus memberitahukan berbagai bentuk kegiatan usaha kepada masyarakat setempat.

“Meskipun dalam dokumen tidak tertulis. Hal itu, telah dibahas dalam pra konstruksi, karena pelaksanaan sosialisasi menjadi kewajiban,” ujarnya.

Menurutnya, tanggapan dari masyarakat menjadi penting sebagai jaminan investasi pelaku usaha, dalam satu wilayah. Sebab, jika tidak ada sosialisasi dikhawatirkan setelah dokumen izin diterbitkan, akan ada protes atau penolakan.

Idrus menambahkan, dalam pertemuan itu juga membahas tentang beberapa kaplingan lahan dalam pengusulan dokumen 17 hektare, yang tidak hanya berada di Desa Buranga saja. Sehingga, pelaku usaha diminta melakukan perubahan, untuk memasukan tambahan nama desa.

“Ternyata ada kapling tambak udang di Desa Tomoli Selatan milik pihak pengusaha, jadi kami minta dimasukan juga nama desa itu,” pungkasnya. (SB)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Polri Bongkar 405 kasus TPPO Selama Periode 2020-2023

5 Mei 2023 - 20:44

Lestari Harap Pemerintah Fokus Pembangunan Budi Pekerti SDM Nasional

28 Februari 2023 - 20:04

Mahamuddin Ahmad : Kedatangan Anies Baswedan pada Munas KAHMI XI di Palu, Ajang Pengobat Rindu Bagi Kader HMI

23 November 2022 - 23:05

Kasus Harian Covid-19 di Kalteng, 1 Agustus 2022 : Sembuh 60 Orang, Konfirmasi 22 Orang. Mari Terus Disiplin Prokes

15 November 2022 - 14:47

BPMP Sulteng Melaksanakan Upacara Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2022 - 20:29

Hari Ulang Tahun Stasiun Televisi Pertama di Indonesia

24 Agustus 2022 - 21:55

Trending di Ragam