Menu

Mode Gelap

Hukrim · 19 Feb 2022

Ditegakkan, Hukum Polisi Penembak Erfaldi


 Ditegakkan, Hukum Polisi Penembak Erfaldi Perbesar

PARIMO – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengetahui ada proses uji balistik dan pemeriksaan terhadap sejumlah petugas kepolisian yang menangani unjuk rasa tolak tambang di Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
“Komnas HAM mendorong pemeriksaan yang transparan dan penegakan hukum bagi anggota kepolisian yang melakukan penembakan terhadap Erfaldi,” ujar Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan, M. Choirul Anam, dalam siaran persnya, Sabtu (19/2).
Menurutnya, Komnas HAM mengapresiasi komunikasi serta langkah cepat yang dilakukan kepolisian untuk melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.
Bahkan, Komnas HAM juga memberi perhatian terhadap proses pemanggilan saksi oleh pihak kepolisian, dan berharap pemanggilan ini dihentikan.
“Hal ini penting untuk membangun cooling system guna membangun kondusifitas,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komnas HAM Sulawesi Tengah, Dedi Askary mengatakan, pihaknya dalam beberapa hari terakhir telah melakukan sejumlah pemantauan, dan penyelidikan atas insiden kekerasan tersebut.
Termasuk mendorong upaya evaluasi terhadap penanganan aksi unjuk rasa oleh Polres Parigi Moutong, dan melakukan penegakan hukum bagi siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kami sedang melakukan pemantauan dan penyelidikan, termasuk mendorong evaluasi dan penegakan hukum atas insiden tersebut secara transparan,” ucap Dedi Askary.
Menurutnya, Kapolda Sulawesi Tengah dan jajarannya menyampaikan kepada Komnas HAM, telah berkomitmen untuk melakukan proses tersebut secara transparan, termasuk jika terbukti adanya pelanggaran hukum.
Terkait penolakan tambang emas, Komnas HAM akan mendalami lagi kasus ini, karena sejak 2012 telah terjadi penolakan.
“Sejak 2012 tambang emas ini telah ditolak oleh warga. Kami akan mendalami penolakan ini, khususnya beberapa masalah mendasar bagi warga, seperti sumber air dan lainnya,” terang Dedi.
Komnas HAM berharap, tidak ada lagi ada keberulangan kasus kekerasan, dimanapun dan oleh siapapun.
“Kami mendorong upaya damai dan pelindungan atas upaya damai tersebut. Peristiwa tersebut sangat disayangkan, karena terjadi kekerasan hingga hilangnya nyawa,” pungkasnya.
Diketahui, peristiwa penembakan yang menewaskan Erfaldi warga Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan terjadi saat pembubaran unjuk rasa tolak tambang oleh personil Polres Parigi Moutong, Sabtu, 12 Februari 2022. (SB)

banner DiDisdik
Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kasus Suap Pengurusan Perkara Di MA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

9 November 2022 - 10:16

Sidang Sambo Dan Putri Berlanjut di Tahap Pembuktian

1 November 2022 - 14:12

Waspada, Kejahatan Phising Incar Uang Pengguna Internet

29 Oktober 2022 - 17:37

Ditahan Di Rutan Serang, Nikita Mirzani: Jahat Kalian!

25 Oktober 2022 - 14:37

Hima Persis Lihat Keseriusan Kapolri Rebut Kembali Simpati Masyarakat

21 Oktober 2022 - 16:40

Lesti Kejora Cabut Gugatan Warga Net Kecewa

17 Oktober 2022 - 12:20

Trending di Hukrim