Dispusaka Verifikasi 70 Ribu Berkas

oleh -3 views
Pengelolaan arsip yang dilakukan oleh Dispusaka (Foto : Eli)

Reporter : Eli

PLANO, Parigi Moutong – Selama beberapa bulan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusaka) disibukan untuk memverifikasi 70 ribu berkas dari seluruh OPD dilingkup pemerintahan, untuk kepentingan penyelamatan arsip milik daerah. 70 ribu berkas tersebut adalah berkas yang disimpan OPD dari tahun 2002 hingga tahun 2015.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemanfaatan Arsip Eny Sosilowati kepada Beritaplano.com mengatakan, sejak tiga tahun lalu Dispusaka sudah melakukan penarikan arsip di semua OPD dan terkumpul sekitar 70 ribu berkas. Setelah dilakukan verifikasi yang dapat dikatakan sebagai arsip hanya 31 ribu.

“Dari 70 ribu berkas itu hanya 31 ribu masuk dalam kategori arsip, sisanya itu sampah,” ujarnya.

Dia berkata, pemilahan berkas ini dikerjakan secara bersama-sama oleh dua bidang yang mengurus kearsiapan daerah.

“Ada Bidang Pembinaan Arsip dan Pengelolaan Arsip yang bekerjasa untuk menyelesaikan verifikasi arsip. Berkas tahun 2002-2015 kecuali arsip keuangan, ini hanya berkas surat menyurat dan arsip dinasmis lainnya,” jelasnya,

Dikatakannya, dari 31 ribu yang dinyatakan arsip itu 19 ribunya milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sisa dari itu milik BKPSDM, Dinas PUPRP dan beberapa OPD lainnya.  

Lanjut dia, setelah dipilah antara arsip dan sampah, yang tergolong arsip akan diklasivikasikan sehingga bisa diketahui nomor serinya kemudian akan diusulkan pemusnahan.

“Diklasifikasi masuk diarsip apa, setelah itu ada peromohonan pemusnahan yang seremoninya akan melibatkan pihak penegak hukum dan kepala OPD yang arsipnya akan dimusnahkan,” urainya.

Ditanya terkait terkumpulnya lebih banyak sampah kertas dibanding arsip, yang mengisyaratkan OPD belum memahami pemilahan berkas, Eny tidak membantah hal itu. Dikatakannya, Dispusaka memang belum melakukan pembinaan pengelolaan arsip pada OPD.

“Kami sudah buat telaan staf dan itu adalah salah satu poin penting yang diusulkan oleh dinas ini melalui pimpinan (Kepala Dispusaka). Kami menyadari betul itu sangat dibutuhkan. Contohnya saja, baru-baru ini ada 40 karung berkas dikumpul ketika diverifikasi arsipnya tidak cukup satu karung. Sayang sekali ruangan penuh hanya dengan sampah bukan arsip,” kata dia.  

Harapannya kata dia, tahun ini Dispusaka bisa melakukan pelatihan dan pendampingan bagi OPD untuk mengelolaah arsipnya sendiri. Sehingga kata dia, yang disetorkan ke Dispusaka murni adalah arsip tidak bercampur dengan berkas yang bukan arsip.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *