Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 25 Nov 2020

Disdikbud Gelar FGD, Rampungkan Pokok Pikiran Kebudayaan Parigi Moutong  


 FGD PPKD Parigi Moutong (Foto:Eli) Perbesar

FGD PPKD Parigi Moutong (Foto:Eli)

Liputan : Eli

Parigi Moutong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk merampungkan penyusunan pokok pikiran kebudayaan Daerah (PPKD), Selasa –Rabu (24-25/11).

banner DiDisdik

Kegiatan tersebut digelar di dua zona yakni Kecamatan Parigi dan Kecamatan Tomini dan dihadiri pelaku kebudayaan, penjaga situs, perwakilan pemerintah daerah juga pemangku kepentingan lainnya.

Tim penyusun PPKD Parigi Moutong, perwakilan akademisi Dr Ikhtiar Hatta mengatakan, FGD PPKD sangat penting untuk merumuskan suara kebudayaan dari Kabupaten Parigi Moutong. Hal itu kata dia, telah diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

“Pelaku kebudayaan di Parigi Moutong bisa mewarnai kebijakan pembangunan jika kita sudah memiliki PPKD. UU pemajuan  ini menjadi senjata bagi pelaku kebudayaan untuk memberi sumbangsih dalam pembangunan,” kata Dosen Prodi Antropologi UNTAD itu.

Kata dia, proses perumusan PPKD sangat tergantung pada kemampuan mengeksplorasi kekayaan budaya yang ada di Parigi Moutong. Itulah sebabnya, enumerator sebagai ujung tombak pengumpulan data di lapangan harus mampu menemukan informan kunci  untuk mengumpulkan dan meramu 11 objek kebudayaan.

banner Dinas Kesehatan

Lanjut dia, substansi dalam UU nomor 5 tahun 2017 adalah upaya perlindungan terhadap objek pemajuan kebudayaan, pengembangan, pemanfaatannya, pembinaan SDM dan kelembagaan masyarakat.

Sementara itu, tim penyusun PPKD dari Museum Provinsi Sulawesi Tengah, Drs Iksam M.Hum mengatakan, komponen yang harus dirumuskan dalam PPKD yaitu terkait tradisi lisan, manuskrip, pengetahuan tradisional, permainan rakyat, ritus, teknologi tradisonal, bahasa, adat istiadat, seni, olah raga tradisional ditambahkan cagar budaya.

“Mengapa ditambahkan cagar budaya dalam pokok pikiran kebudayaan ini karena sebelum UU Pemajuan Kebudayaan sudah lahir UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya,” jelas Iksam yang juga dikenal sebagai Arkeolog itu.

Pantauan media ini, FGD pada zona satu di Kota Parigi dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong H.Badrun Nggai, sedangkan FGD di zona dua dihadiri Sekretaris Kecamatan Tomini, Imran.

Kepala Disdikbud Adrudin Nur yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Sri Nur Rahma selaku pelaksana mengharapkan, Parigi Moutong bisa merampungkan dan mengusulkan PPKD ke pemerintah pusat pada tahun ini.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Anggota Komisi X Ferdiansyah Meminta Roadmap Pendidikan Indonesia

4 November 2022 - 17:08

Ferdiansyah Meminta Roadmap Pendidikan Indonesia

Siap Peduli Pendidikan Indonesia, Indodax Bekerjasama Dengan Ayobantu

4 November 2022 - 16:45

Bangun Fasilitas Pendidikan, Indodax Gandeng Ayobantu

Tingginya Tingkat Putus Sekolah, Evaluasi Pendidikan Harus Segera Dilakukan

4 November 2022 - 15:58

Tingginya Angka Putus Sekolah, Segera Lakukan Evaluasi Pendidikan

Wajib Dicoba! Ini Manfaat Gamifikasi dalam Proses Belajar Anak

20 Oktober 2022 - 15:58

Gamifikasi Dalam Pendidikan

Kerjasama Bilateral Indonesia Singapura Sepakati Pengembangan Kompetensi Mahasiswa

20 Oktober 2022 - 15:36

Kerjasama Bilateral 2 Negara Sepakati Pengembangan Mahasiswa

Tak Kunjung Cair, 2.700 Guru SD Dan SMP Palembang Menanyakan Uang Insentif

20 Oktober 2022 - 14:56

Uang Insentif Guru
Trending di Pendidikan