Disdikbud Gelar FGD, Rampungkan Pokok Pikiran Kebudayaan Parigi Moutong  

oleh -
FGD PPKD Parigi Moutong (Foto:Eli)

Liputan : Eli

Parigi Moutong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk merampungkan penyusunan pokok pikiran kebudayaan Daerah (PPKD), Selasa –Rabu (24-25/11).

Kegiatan tersebut digelar di dua zona yakni Kecamatan Parigi dan Kecamatan Tomini dan dihadiri pelaku kebudayaan, penjaga situs, perwakilan pemerintah daerah juga pemangku kepentingan lainnya.

Tim penyusun PPKD Parigi Moutong, perwakilan akademisi Dr Ikhtiar Hatta mengatakan, FGD PPKD sangat penting untuk merumuskan suara kebudayaan dari Kabupaten Parigi Moutong. Hal itu kata dia, telah diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

“Pelaku kebudayaan di Parigi Moutong bisa mewarnai kebijakan pembangunan jika kita sudah memiliki PPKD. UU pemajuan  ini menjadi senjata bagi pelaku kebudayaan untuk memberi sumbangsih dalam pembangunan,” kata Dosen Prodi Antropologi UNTAD itu.

Kata dia, proses perumusan PPKD sangat tergantung pada kemampuan mengeksplorasi kekayaan budaya yang ada di Parigi Moutong. Itulah sebabnya, enumerator sebagai ujung tombak pengumpulan data di lapangan harus mampu menemukan informan kunci  untuk mengumpulkan dan meramu 11 objek kebudayaan.

Lanjut dia, substansi dalam UU nomor 5 tahun 2017 adalah upaya perlindungan terhadap objek pemajuan kebudayaan, pengembangan, pemanfaatannya, pembinaan SDM dan kelembagaan masyarakat.

Sementara itu, tim penyusun PPKD dari Museum Provinsi Sulawesi Tengah, Drs Iksam M.Hum mengatakan, komponen yang harus dirumuskan dalam PPKD yaitu terkait tradisi lisan, manuskrip, pengetahuan tradisional, permainan rakyat, ritus, teknologi tradisonal, bahasa, adat istiadat, seni, olah raga tradisional ditambahkan cagar budaya.

“Mengapa ditambahkan cagar budaya dalam pokok pikiran kebudayaan ini karena sebelum UU Pemajuan Kebudayaan sudah lahir UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya,” jelas Iksam yang juga dikenal sebagai Arkeolog itu.

Pantauan media ini, FGD pada zona satu di Kota Parigi dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong H.Badrun Nggai, sedangkan FGD di zona dua dihadiri Sekretaris Kecamatan Tomini, Imran.

Kepala Disdikbud Adrudin Nur yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Sri Nur Rahma selaku pelaksana mengharapkan, Parigi Moutong bisa merampungkan dan mengusulkan PPKD ke pemerintah pusat pada tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *