Dirjen Tarung Kementrian ATR Bahas Struktur Pola Ruang RTRW

oleh -
FGD Revisi RTRW di ruang rapat Bappelitbangda. (Foto :Basrul Idrus)

Reporter : Basrul idrus/Eli

PLANO, Parigi Moutong – Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, menggelar Focus Group Discussion (FGD) ke-4 untuk membahas perumusan konsep rencana struktur dan pola ruang bersama sejumlah OPD terkait di Kabupaten Parigi Moutong. Hal ini dilakukan  sebagai tindak lanjut dari program revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Parigi Moutong yang sedang dalam proses penyusunan.

Pantauan Beritaplano.com, kegiatan ini digelar diruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong,  rabu (18/9). Turut hadir dalam acara tersebut Rivai ST MSi selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, di dampingi Kepala Bidang Tata Ruang, I Wayan Sukadana ST. 

Ditemui usai kegiatan, Kepala Bidang Tata Ruang I Wayan Sukadana ST mengatakan, rapat koordinasi tersebut untuk menyusun konsep rencana dan pola ruang dalam rangka penyusunan revisi RTRW Kabupaten Parigi Moutong. Usulan dari OPD terkait dibutuhkan untuk kelengkapan dokumen revisi dan tentunya semakin banyak informasi akan bermanfaat untuk kepentingan RTRW yang nantinya menjadi acuan dalam pembangunan.

“Usulan-usulan dari OPD yang akan dimuat supaya singkron, supaya bisa tercover direvisi ini. Sekarang sudah masuk ditahap penginputan usulan-usulan dari OPD itu  demi kesempurnaan revisi ini jadi semua OPD ikut terlibat,” ujarnya

Ia menambahkan, revisi RTRW sudah diusulkan sejak tahun-tahun sebelumnya, hanya karena terdampak bencana alam September 2018 tahun lalu, maka perlu dimasukan kajian mitigasi gempa dalam revisi RTRW.

“Adanya dampak gempa, kita mendapat bantuan dari kementrian ATR untuk menyusun RTRW ini,” ujar dia.

Lanjut dia, kajian lingkungan hidup strategis (KLHS)  juga merupakan satu persyaratan dalam revisi RTRW, sehingga  harus ada kajian mengenai lingkungan berdasarkan dampak-dampak yang akan ditimbulkan dari akibat dalam program-program yang ada di RTRW itu sendiri.

“Kalau sudah rampung kajiannya nanti akan ditindaklanjuti ke Perda,” kata dia.

Dia berharap, dokumen revisi RTRW ini dapat selesai tepat waktu sesuai dengan apa yang diharapkan dan selaras dengan aturan, sehingga bisa dijadikan pedoman untuk pembangunan  di wilayah Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *